Showing posts with label Primary Auxiliary Verb. Show all posts
Showing posts with label Primary Auxiliary Verb. Show all posts

Friday, December 20, 2019

Penggunaan Was Dan Were Dalam Bahasa Inggris

Penggunaan Was dan Were Dalam Bahasa InggrisWas dan were ialah kata kerja bentuk kedua dari kata kerja be (to be). Was dan were hanya dipakai pada beberapa tense saja, lebih tepatnya hanya dipakai pada simple past tense, past continuous tense, dan past future tense. Dan perlu diketahui bahwa was dan were intinya ialah kata kerja bantu, untuk membahas lebih lanjut bahan ini, aku sarankan teman-teman mencar ilmu terlebih dahulu bahan kata kerja yang mencakup kata kerja utama dan kata kerja bantu.

Penggunaan Was dan Were Dalam Simple Past Tense
Rumus yang dipakai dalam simple past tense ialah sebagai berikut :
  1. S + was/were + non.verb
  2. S + Verb2
Kita akan memakai rumus yang pertama saat tidak ada kata kerja utama dalam sebuah kalimat. Sebagai pola :
  • I was busy yesterday. (saya sibuk kemarin.)
  • I was not busy yesterday. (saya tidak sibuk kemarin.)
  • Was Dina busy yesterday? (apakah Dina sibuk kemarin?)
  • Was Dina not busy yesterday? (apakah Dina tidak sibuk kemarin?)
  • We were in the class. (kami berada di kelas.)
  • We were not in the class. (kami tidak berada di kelas.)
  • Were they in the class? (apakah mereka berada di kelas?)
  • Were they not in the class? (apakah mereka tidak berada di kelas)
Baca selengkapnya bahan simple past tense.

Kemudian untuk rumus yang kedua tentu kita tidak perlu memakai was dan were. Sebagai pola :
  • Dina visited Papua last month (Dina mengunjungi Papua bulan kemarin)
  • I went to Kuningan Plaza last night (Saya pergi ke Kuningan Plaza tadi malam)

 ialah kata kerja bentuk kedua dari kata kerja  Penggunaan Was dan Were Dalam Bahasa Inggris

Penggunaan Was dan Were Dalam Past Continuous Tense
Rumus yang dipakai dalam past continuous tense ialah S + Was/were + Verb.ing.
Sebagai pola :
  • Shinta was watching TV. (Shinta sedang menonton TV.)
  • Shinta was not watching TV. (Shinta tidak sedang menonton TV.)
  • Was Shinta watching TV? (Apakah Shinta sedang menonton TV?)
  • Was Shinta not watching TV? (Apakah Shinta tidak sedang menonton TV?)
  • They were working. (Mereka sedang bekerja.)
  • They were not working. (Mereka tidak sedang bekerja.)
  • Were they working? (Apakah mereka sedang bekerja?)
  • Were they not working? (Apakah mereka tidak sedang bekerja?)
Baca selengkapnya bahan past continuous tense.

Penggunaan Was dan Were Berdasarkan Subjeknya
Penggunaan was dan were dalam kedua tenses diatas sangat tergantung dengan subjeknya, maksudnya kita akan memakai was atau were. Tidak semua subjek sanggup memakai was, begitu juga tidak semua subjek sanggup memakai were.
Advertisement




Untuk mengetahui mana subjek yang memakai was atau were, coba kalian perhatikan tabel dibawah ini :
Subjek Was/were
IWas
YouWere
SheWas
HeWas
ItWas
WeWere
TheyWere
GirlWas
GirlsWere
TeacherWas
TeachersWere
Budi (nama orang)Was
Shinta (nama orang)Was
Etc…

*Was dan were juga sanggup dipakai dalam conditional sentence type 2. Namun penggunaan were lebih umum dipakai daripada was. Dalam conditional sentence, were sanggup dipakai untuk semua subjek, bahkan subjek menyerupai he, she, I, juga sanggup memakai were. Silahkan search pada laman PetaSitus yang ada di sajian paling atas blog ini untuk mencari bahan conditional sentence type 2.

Subjek sendiri sanggup berupa noun, pronoun, ataupun noun phrase. Kalian harus paham terlebih dahulu mengenai subjek, alasannya ialah ini ialah salah satu langkah dasar untuk paham mengenai penggunaan was dan were.

Selanjutnya: Soal latihan penggunaan was dan were.

Oke, sekian bahan penggunaan was dan were dalam bahasa inggris yang sanggup aku persembahkan kepada kalian, cita-cita biar bahan singkat ini sanggup bermanfaat.

Penggunaan To Be “Is, Am, Are” Dalam Bahasa Inggris

Penggunaan To Be “Is, Am, Are” Dalam Bahasa Inggris – Salam Sejahtera semuanya! Oke, kali ini bahan yang akan kita bahas ialah seputar penggunaan to be (be), dan pembahasan akan kita fokuskan pada penggunaan is, am, dan are. Berdasarkan tenses yang ada, perlu kita ketahui bahwa penggunaan to be “is,am, dan are” ini hanya dipakai pada simple present tense, present continuous tense, dan simple future tense saja. Makara untuk tenses lainnya tidak akan pernah memakai is/am/are.

Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan penggunaan to be “is, am, are” dibawah ini :

Penggunaan To Be “Is, Am, Are” Dalam Simple Present Tense
Rumus yang dipakai dalam simple present tense ialah :
  1. S + is/am/are + Non verb
  2. S + Verb1 (s/es)
Keterangan :
S ialah subjek

Dari rumus-rumus diatas, rumus yang pertamalah yang menggunakan is/am/are. Kita akan memakai rumus yang pertama dikala tidak ada kata kerja utama didalam sebuah kalimat. Untuk lebih memudahkan, coba kalian perhatikan pola dibawah ini :
  • I am Indonesian (Saya orang Indonesia)
  • She is beautiful. (Dia cantik.)
  • They are smart. (Mereka pintar.)
  • It is a dog. (Ini ialah seekor anjing.)
  • I am not Indonesian. (Saya bukan orang Indonesia.)
  • She is not beautiful. (Dia tidak cantik.)
  • They are not smart. (Mereka tidak pintar.)
  • It is not a dog. (Ini bukan anjing.)
  • Am I Indonesian? (Apakah aku orang Indonesia?)
  • Is she beautiful? (Apakah beliau cantik?)
  • Are they smart? (Apakah mereka pintar?)
  • Is it a dog? (Apakah ini seekor anjing?)
Untuk rumus yang kedua, kita tidak memakai is,am, ataupun are sebab dalam rumus ini terdapat kata kerja utama. Contoh “I read books”, “She always comes on time”. Read dan comes merupakan kata kerja utama. Kalian harus mempelajari bahan kata kerja terlebih dahulu untuk memudahkan pemahaman kalian.

Baca selengkapnya bahan simple present tense.

 kali ini bahan yang akan kita bahas ialah seputar penggunaan  Penggunaan To Be “Is, Am, Are” Dalam Bahasa Inggris

Penggunaan To Be “Is, Am, Are” Dalam Present Continuous Tense
Rumus yang dipakai untuk present continuous tense ialah S + is/am/are + Verb.ing.  Dalam tense ini, penggunaan is/am/are menjadi wajib sebab jikalau kita tidak menggunakannya malah akan menjadi sebuah kalimat yang salah.
Advertisement




Contoh :
  • I am studying English. (Saya sedang berguru bahasa inggris.)
  • We are discussing a problem. (Kami sedang mendiskusikan sebuah masalah.)
  • He is reading a book. (Dia sedang membaca sebuah buku.)
  • I am not studying English. (Saya tidak sedang berguru bahasa inggris.)
  • We are not discussing a problem. (Kami tidak sedang mendiskusikan sebuah masalah.)
  • He is not reading a book. (Dia tidak sedang membaca sebuah buku.)
  • Is He reading a book? (Apakah beliau sedang membaca sebuah buku?)
Baca selengkapnya bahan present continuous tense.

Penggunaan To Be “Is, Am, Are” Dalam simple future tense dapat kalian baca pada bahan berikut ini:

Materi simple future tense.

Penggunaan To Be “Is, Am, Are” Berdasarkan Subjeknya
Penggunaan is/am/are dalam kedua tenses diatas tergantung dengan subjeknya, maksudnya apakah sebuah subjek tertentu memakai is atau am ataukah are, kita harus menentukan salah satunya, sedangkan subjek sendiri sanggup berupa noun, pronoun, ataupun noun phrase. Coba kalian perhatikan tabel dibawah ini :
Subjek Is/am/are
I Am
YouAre
SheIs
HeIs
ItIs
WeAre
TheyAre
GirlIs
GirlsAre
Beautiful girlIs
Beautiful girlsAre
BoyIs
BoysAre
Shinta (nama seseorang)Is
Budi (nama seseorang)Is
Etc…

Selanjutnya: Soal latihan penggunaan is, am, are.

By the way, mungkin hanya itu saja bahan penggunaan to be “is, am, are” dalam bahasa inggris yang sanggup aku berikan. Semoga bahan diatas bermanfaat.

Penggunaan Kata Have, Has, Dan Had Dalam Bahasa Inggris

Penggunaan Kata Have, Has, dan Had Dalam Bahasa Inggris – Terdapat aneka macam variasi penggunaan have, has, dan had dalam kalimat bahasa inggris, tentu anda sendiri sebagai pelaku yang aktif dalam berkomunikasi memakai bahasa inggris akan sering menemuinya. Hal ini wajar, alasannya have, has, dan had merupakan komponen penting dalam tata bahasa inggris. Have, has, dan had merupakan salah satu primary auxiliary verb, primary auxiliary verb yaitu kata kerja bantu yang tidak punya arti tetapi membantu dalam pembentukan huruf tenses. Kaprikornus tidak heran jikalau anda sering sekali menemui kata primary auxiliary verb yang satu ini.

Have, has, had merupakan kata kerja bantu, walaupun istilahnya yaitu kata kerja bantu, namun kata tersebut tetap saja merupakan kata kerja (verb) sehingga mempunyai perubahan sesuai dengan verb form yang ada, have dan has merupakan verb1 yang di bedakan ke dalam bare invinitive (have) dan additional infinitive (has) yang mana penggunaannya nanti akan mempengaruhi/dipengaruhi oleh subjek , sedangkan had merupakan verb2 dan verb3 (irregular verb – perubahan tak beraturan), serta perubahan verb + ing yang akan menjadi having.

Pelajari juga: Kata kerja.

Pada dasarnya kata have, has, dan had di bedakan ke dalam tiga penggunaan, yaitu penggunaan menurut subjeknya, menurut fungsinya, dan penggunaan menurut fungsi tenses. Coba perhatikan klarifikasi di bawah ini.

 Terdapat aneka macam variasi penggunaan have Penggunaan Kata Have, Has, dan Had Dalam Bahasa Inggris

Penggunaan Kata Have, Has, dan Had menurut subjeknya
Tidak semua subjek sanggup memakai have, begitu juga sebaliknya tidak semua subjek sanggup memakai has, namun untuk kata had sanggup di gunakan oleh semua subjek. Kaprikornus khusus untuk kata had, anda tidak perlu risau membedakan mana subjek yang sanggup memakai dan mana subjek yang tidak sanggup menggunakannya. Subjek sendiri sanggup berupa noun, pronoun, ataupun noun phrase.
Subjek Have/has
IHave
YouHave
HeHas
SheHas
ItHas
WeHave
TheyHave
BoyHas
BoysHave
GirlHas
GirlsHave
Beautiful girlHas
Beautiful girlsHave
My friendHas
My friendsHave
All of my friendsHave
My fatherHas
My brotherHas
Shinta (nama orang)Has
Budi (nama orang)Has
Etc…

Penggunaan Kata Have, Has, Dan Had Berdasarkan Fungsinya
1. Fungsi kepemilikan, di gunakan untuk memperlihatkan suatu kepemilikan.
Contoh :
  1. I have much money. (Saya punya banyak uang)
  2. She doesn't have money at all. (Dia tidak punya uang sama sekali.)
Advertisement




2. Fungsi keharusan, penggunaan fungsi ini menyerupai halnya penggunaan kata must yang berarti harus. Untuk memakai fungsi ini, maka harus di ikuti dengan to.
Contoh :
  1. I have study. (Saya harus berguru dengan giat.)
  2. I don’t have study hard. (Saya tidak harus berguru dengan giat.)
3. Fungsi menyuruh, memperlihatkan suatu perintah.
Contoh :
  1. My father has me study hard. (Ayahku menyuruh saya untuk berguru dengan giat.)
  2. I have my room repaired. (Saya memperbaikkan kamarku.) – menyuruh orang lain untuk membersihkan kamar.
4. Fungsi melakukan.
Contoh :
  1. I was having lunch when the robbery happened. (Saya sedang makan siang saat perampokan terjadi.)
  2. I was having dinner when the robbery happened. (Saya sedang makan malam saat perampokan terjadi.)
5. Fungsi saran/anjuran, fungsi ini hanya untuk had saja. Penggunaannya harus di ikuti dengan kata better yang akan bermakna seharusnya/sebaiknya.
contoh:
  1. Your score was very terrible. You had better study hard if you want to pass the exam! (Nilai kau sangat jelek sekali. Kamu sebaiknya/seharusnya berguru dengan ulet jikalau ingin lulus ujian!)
  2. Your friends had better apologize to Mr. Tom, or he will not give them the score. (Teman-temanmu sebaiknya minta maaf kepada Tuan Tom, atau ia tidak akan memberi mereka nilai.)
Baca lebih lanjut: Had better dalam memperlihatkan saran/anjuran.

Penggunaan Kata Have, Has, dan Had Berdasarkan Tenses
Ada beberapa tenses yang menimbulkan have, has, dan had sebagai bab dari rumus tenses tersebut. Tenses yang memakai have, has, dan had sebagai bab dari rumusnya yaitu present perfect tense, present perfect continuous tense, past perfect tense, past perfect continuous tense, future perfect tense, future perfect continuous tense, past future perfect tense, dan past future perfect continuous tense. Rumus-rumus dari tenses yang di sebutkan tersebut yaitu sebagai berikut:
EVENT/TIMEPresent Past Future Past future
PerfectS + have/has + verb3S + had + verb3S + will + have + verb3S + would + have + verb3
Perfect continuousS + have/has + been + verb.ingS + had + been + verb.ingS + will + have + been + verb.ingS + would + have + been + verb.ing

Jika dalam rumus di atas di tuliskan “have/has” maka penggunaannya tergantung dengan subjek, namun jikalau tidak di tulis demikian maka tidak tergantung dengan subjeknya, jikalau dalam rumus hanya di tulis “have” maka apapun subjeknya tetap memakai have. Untuk melihat pola penggunaan have, has, dan had dalam tenses, sanggup anda simak pada materi yang telah saya berikan sebelumnya (lihat sajian di atas).

Selanjutnya: Soal latihan penggunaan have, has, dan had.
---
Ok, mungkin itu saja apa yang sanggup saya ulas seputar penggunaan have, has, dan had dalam bahasa inggris. Semoga ulasan penggunaan have, has, dan had di atas sanggup memperlihatkan pemahaman yang lebih baik kepada anda semuanya. Jangan lupa untuk tetap belajar.

Penggunaan Do/Does, Did, Dan Done Dalam Bahasa Inggris

Penggunaan DO/DOES, DID, dan DONE Dalam Bahasa Inggris – Anda tentu sudah sangat sering mendengar atau membaca kata-kata do, does, did, ataupun done. Sudah sewajarnya anda sering menjumpai kata-kata tersebut alasannya memang kata-kata tersebut sangat banyak fungsinya dalam komunikasi bahasa inggris. Karena banyaknya fungsi penggunaan kata tersebut, tidak jarang malah menciptakan para pelajar kebingungan. Kata do/does, did, dan done yakni salah satu primary auxiliary verb (kata kerja bantu yang tidak mempunyai arti sendiri namun membantu dalam membentuk aksara kalimat), kata kerja tersebut berasal dari kata kerja do (verb1-bare infinitive), sedangkan does, did, dan done yakni turunannya. Does (verb1 – additional infinitive), did (verb2), done (verb3).

Walaupun do/does, did, dan done yakni salah satu primary auxiliary verb, namun sanggup juga difungsikan sebagai ordinary verb (kata kerja utama) sehingga fungsi sebagai primary auxiliary verb akan secara otomatis menghilang, hal ini berlaku juga pada primary auxiliary verb lainnya. Hal ini cukup rumit bila anda belum memahaminya secara mendalam, sehingga sanggup mengakibatkan kebingungan. Namun jangan khawatir, untuk alasan tersebut postingan ini dibentuk biar anda sanggup memahami penggunaan do/does, did, dan done dalam bahasa inggris secara mendalam.

 Anda tentu sudah sangat sering mendengar atau membaca kata Penggunaan DO/DOES, DID, dan DONE Dalam Bahasa Inggris

Penggunaan Do/Does
Kata kerja do dan does yakni sama-sama verb1, yang membedakannya yakni bila do merupakan bare infinitive, sedangkan does merupakan additional infinitive (do + es). Artinya penggunaan do atau does tergantung dengan subjeknya, perhatikan tabel dibawah ini:
Subjek Do/Does
IDo
YouDo
HeDoes
SheDoes
ItDoes
WeDo
TheyDo
BoyDoes
BoysDo
GirlDoes
GirlsDo
Beautiful girlDoes
Beautiful girlsDo
My friendDoes
My friendsDo
All of my friendsDo
My fatherDoes
My brotherDoes
Shinta (nama orang)Does
Budi (nama orang)Does
Etc…

Di dalam tenses, kata kerja do sanggup dipakai pada simple present tense, simple future tense, dan juga simple past future tense. Sedangkan kata kerja does hanya dipakai pada simple present tense saja. Kaprikornus bila subjek yang seharusnya memakai does pada simple present tense, namun dikala subjek tersebut memakai simple future tense dan simple past future tense, maka subjek tersebut sanggup memakai do. Artinya semua subjek akan memakai do bila tenses yang dipakai yakni simple future tense dan juga simple past future tense, jadi perbedaan penggunaan do atau does ini hanya terjadi dikala memakai simple present tense saja.

Contoh:
Simple present tense
Kalimat positif
I do a great job.
He does a great job.
Kalimat negative.
I do not study.
He does not study.
Kalimat interogatif
Do they write a letter?
Does Mella often play piano?
Kalimat negative interogatif
Do they not write a letter?
Does Mella not often play piano?

Advertisement




Lalu bagaimana dengan referensi penggunaan do/does pada simple future tense dan simple past future tense? Untuk yang satu ini silahkan anda mencoba untuk membuatnya, bukannya saya tidak mau memberi, namun saya ingin anda untuk berlatih. Ini rumus untuk simple future tense Subjek + will/shall + verb1, dan ini rumus untuk simple past future tense Subjek + would/should + verb1. Silahkan share referensi penggunaan do/does versi anda melalui kotak komentar dibawah, saya tunggu lho.

Dalam membentuk sebuah kalimat di dalam bahasa inggris, pastilah ada kata kerjanya, entah itu kata kerja utama (ordinary verb), atau kombinasi kata kerja utama dan kata kerja bantu.

Jika anda masih galau dengan macam-macam kata kerja, baca: Materi kata kerja.

Sebagai contoh:
Berfungsi sebagai kata kerja utama (secara otomatis fungsi sebagai kata kerja bantu akan hilang)
  • I do the test.
  • We do the test.
  • He does the test.
  • She does the test.
Berfungsi sebagai kata kerja bantu
  • I do not study.
  • He does not study.
  • Do you study?
  • Does he study?
Study merupakan kata kerja utama, maka disini kata “do” dan “does” berperan sebagai kata kerja bantu untuk memperkuat aksara kalimat dalam tenses.

Penggunaan Did
Did yakni verb2 dari kata kerja do, did hanya dipakai pada simple past tense saja, tidak menyerupai do dan does yang penggunaannya tergantung dengan subjek, lain bila penggunaan did alasannya semua subjek memakai did, artinya penggunaan did yakni mutlak untuk semua subjek. Ada satu persamaan antara did dan do/does, yaitu sanggup difungsikan sebagai kata kerja bantu maupun kata kerja utama, penyusunannya juga sama menyerupai do/does diatas, hanya saja ingat bahwa did hanya dipakai untuk simple past tense saja.

Contoh:
Kalimat positif:
I did the test yesterday.
She did the test yesterday.
Kalimat negative:
I did not study last night.
She did not study last night.
Kalimat interogatif:
Did you study last night?
Did he love me?
Kalimat negative interogatif:
Did you not study last night?
Did he not play football yesterday?

Penggunaan Done
Done merupakan turunan ketiga (verb3) dari kata kerja do, apapun subjeknya tetap memakai bentuk done, dan kata done ini sanggup dipakai pada present perfect tense, past perfect tense, future perfect tense, dan juga past future perfect tense.

Contoh:
Kalimat positif
  • I have done a great job.
  • He has done a great job.
  • I had done my homework.
  • He had done his homework.
  • I will have done the report.
  • She will have done the report.

Bingung dengan penggunaan have/has dan had, baca: Materi have/has dan had.

Nah, untuk referensi kalimat bentuk negative, interogatif, dan negative interogatif silahkan anda mencoba untuk membuatnya sendiri, ini akan menciptakan anda lebih memahami bahan ini, dan jangan lupa share lewat kotak komentar dibawah.
---
Oke, mungkin hanya itu saja ulasan wacana penggunaan do/does, did, dan done dalam bahasa inggris yang sanggup saya berikan. Semoga ulasan wacana penggunaan do/does, did, dan done dalam bahasa inggris diatas sanggup menambah wawasan, pengetahuan, serta pemahaman anda semuanya.

Penjelasan Dan Pola Penggunaan Been & Being Dalam Bahasa Inggris

Penjelasan dan Contoh Penggunaan Been & Being Dalam Bahasa Inggris – Dua kata ialah been dan being merupakan turunan dari kata kerja be/to be. Been merupakan turunan ketiga dari kata kerja be (past participle atau sering disebut dengan istilah verb3), sedangkan being merupakan present participle dari be (verb + ing). Pada dasarnya be merupakan kata kerja yang digolongkan sebagai primary auxiliary verb (kata kerja bantu yang tidak mempunyai arti namun membantu dalam pembentukan huruf tenses), oleh lantaran itu semua turunannya termasuk been dan being secara otomatis juga tergolong sebagai primary auxiliary verb. Dengan begitu, been dan being ini di dalam bahasa inggris mempunyai dua fungsi, ialah sanggup difungsikan sebagai kata kerja bantu dan sebagai kata kerja utama (ordinary verb).

Jika been dan being difungsikan sebagai kata kerja bantu, maka akan diikuti oleh kata kerja utama. Sedangkan jikalau difungsikan sebagai kata kerja utama, maka been dan being akan diikuti oleh adjective atau adverb.

Contoh Been:
  1. I have been here since 6 p.m.
  2. I will have been there.
  3. A book has been brought by Budi.
  4. I have been living in Yogyakarta for eight years.
Been pada pola pertama dan kedua diatas berfungsi sebagai kata kerja utama, dan sesudah kata been akan diikuti oleh non verb. Sedangkan will dan have berfungsi sebagai kata kerja bantu. Pada pola ketiga dan keempat, been berfungsi sebagai kata kerja bantu dan akan diikuti oleh verb.

Contoh Being:
  1. You are totally being stupid. (berfungsi sebagai kata kerja utama, dan diikuti non verb.)
  2. Some movies were being watched by Shanti. (berfungsi sebagai kata kerja bantu, dan akan diikuti verb.)
Baca juga: Materi kata kerja (kata kerja utama dan bantu).

 Dua kata ialah been dan being merupakan turunan dari kata kerja be Penjelasan dan Contoh Penggunaan Been & Being Dalam Bahasa Inggris
Penggunaan been dan being sebagai kata kerja utama maupun bantu ini tentu saja juga berlaku untuk semua tenses yang memungkinkan untuk memakai been being. Nah, apa saja kah tenses yang memakai been dan being ini? Berikut pembahasan lebih lanjutnya.

Penggunaan Been Pada Perfect Tenses
Been sangat mungkin untuk anda gunakan pada perfect tenses, baik present, past, future, maupun past future, hal ini disebabkan lantaran rumus perfect tense memakai verb3 (past participle)

Sebagai contoh:
  • Josh had been her childhood playmate.
  • They had never been anywhere else overnight together.
  • It had been too long.
  • His father's family has been in this country longer than yours.
  • I have been so excited since father said you were coming.
  • He must have been really exhausted.
  • I will have been there.
  • It should have been an exciting moment.
  • On the other hand, when the issue finally came to a head, she would have been in the middle of it all anyway.
Advertisement




Penggunaan Been pada Perfect Continuous Tense
Contoh:
  • The mechanic has been repairing his car for five hours.
  • I have been learning English since 2007.
  • I had been living in this city for ten years before I moved to Yogyakarta.
  • I will have been teaching here for fifteen years this year.
Penggunaan Being Pada Continuous dan Perfect Continuous Tenses
Contoh:
  • She is being sick.
  • John is being careful.
  • They were being really stupid.
  • Why is he being so selfish?
Sebagian orang mempermasalahkan penggunaan being pada continuous tenses, lebih banyak didominasi orang beropini bahwa penggunaan being pada continuous/progressive tenses kurang sempurna dan terdengar ganjal, kalau pola diatas sih masih sanggup diterima, tapi kalau contohnya menyerupai ini “The girls have been being in the class for a hour” dimana terdapat kata “have/has been being” secara beruntun, lebih banyak didominasi orang menganggap kurang tepat. Tapi sebagai informasi saja, pada kenyataannya masih ada yang memakai being menyerupai itu, khususnya orang Texas yang masih sering menggunakannya. Saya sendiri pun terkadang juga menggunakannya, khususnya dikala berkomunikasi dengan orang yang juga menggunakannya.

Saya sendiri juga sudah menunjukan hal tersebut, walaupun minoritas tapi terbilang cukup banyak yang memakai being menyerupai diatas, khususnya kebanyakan orang Texas atau orang-orang yang sering berada di Texas, hal ini lantaran accent khasnya. Saya pernah diskusi di lembaga dengan orang yang tinggal di Texas, jadi beberapa kali saya juga turut menggunakannya, walaupun mungkin sanggup dibilang salah, asalkan lawan komunikasi paham dan menerimanya bagi saya tidak masalah.

Penggunaan Been dan Being Pada Passive Voice
Been dan being juga sangat mungkin dipakai dalam passive voice lantaran passive voice sebagian juga disusun memakai been atau being. Saya sebelumnya telah membahas secara detail bahan passive voice. Makara silahkan lihat bahan passive voice untuk lebih jelasnya.

Baca: Materi passive voice.
---
Oke, itu saja bahan klarifikasi dan pola penggunaan been dan being dalam bahasa inggris yang sanggup saya berikan kepada anda. Semoga klarifikasi serta pola penggunaan been dan being diatas sanggup membantu dan menambah wawasan serta pengetahuan anda semuanya.

Tuesday, May 29, 2012

Pengertian Dan Teladan Kalimat Primary Auxiliary Verbs

Pengertian dan Contoh Kalimat Primary Auxiliary Verbs – Salah satu kelompok kata kerja (verb) yang sangat sering dipakai dalam komunikasi bahasa inggris yaitu kelompok kata kerja yang disebut dengan primary auxiliary verbs. Kelompok kata kerja ini sanggup dipakai di semua tenses bahasa inggris, jadi bahwasanya anda itu sudah pernah menjumpainya, bahkan saya yakin sudah pernah menggunakannya, namun disini mungkin anda tidak sadar bahwa yang anda gunakan tersebut merupakan salah satu primary auxiliary verbs. Tak perlu aib untuk mengakuinya, namanya saja proses pembelajaran, masuk akal kalau anda belum mengetahuinya. Tapi saya yakin, sehabis anda membaca ulasan ini hingga selesai, anda akan pribadi paham alasannya yaitu bahan primary auxiliary verbs ini tergolong sebagai bahan yang cukup mudah.

Sebenarnya beberapa kali saya sudah menyinggung problem kelompok kata kerja ini, tapi gres kini saya sempat mengulasnya lebih jauh. Oh iya, bahan ini sangat bekerjasama dengan bahan kata kerja yang sebelumnya sudah saya ulas, jadi kalau anda belum paham betul dengan apa yang dimaksud kata kerja, sebaiknya pelajari lagi bahan dasar kata kerja, hal itu akan membantu anda dalam memahami bahan kali ini.

Baca: Materi kata kerja.
Pengertian dan Contoh Kalimat Primary Auxiliary Verbs Pengertian dan Contoh Kalimat Primary Auxiliary Verbs
Pengertian Primary Auxiliary Verbs
Pada dasarnya yang dimaksud dengan primary auxiliary verb yaitu kelompok kata kerja bantu yang tidak mempunyai arti tersendiri namun membantu dalam pembentukan huruf tenses. Terdapat tiga kata kerja yang sanggup disebut sebagai primary auxiliary verb, yaitu be beserta turunannya, have beserta turunannya, dan do beserta turunannya. Kalau dirinci, maka yang termasuk sebagai kata kerja bantu ini yaitu sebagai berikut:
Verb1 (bare infinitive)Verb1 (additional infinitive)Verb2 (past)Verb3 (past participle)Verb.ing (present participle)
Be Is/am/areWas/wereBeen Being
Have Has Had Had Having
Do Does Did Done Doing

Kata-kata kerja diatas cuman berasal dari tiga kata kerja saja lho, be, have, dan do saja, namun yang menciptakan banyak itu turunannya, dan turunannya itu juga dianggap sebagai primary auxiliary verb alasannya yaitu nanti akan dipakai pada tenses yang berbeda.

Contoh:
  • They are studying English right now.
  • I am studying right now.
  • She is reading a book right now.
  • Dina was watching TV.
  • We were watching TV.
  • I have visited Bali.
  • She has visited Bali.
  • They did not study last night.
  • They do not write a letter.
  • Mela does not often play piano.
Karena primary auxiliary verb ini disebut kata kerja bantu, maka nanti niscaya diikuti oleh kata kerja utama, ibarat pada pola diatas. Coba anda cermati, kata kerja bantu diatas niscaya diikuti oleh kata kerja utama, ibarat study, visit, write, play, read, watch (kata kerja utama beserta turunannya).

Jika be, have, dan do beserta keturunannya tidak diikuti kata kerja utama, maka be, have, dan do ini sudah tidak sanggup dianggap sebagai primary auxiliary verb lagi, namun akan dianggap sebagai kata kerja utama (ordinary verb).

Contoh:
  • She is beautiful.
  • I am Indonesian.
  • I was busy last night.
  • We did the test yesterday.
  • I have good news for you.
Bisa diperhatikan ya, sehabis kata be, have, dan do tidak diikuti dengan kata kerja utama, tapi diikuti adjective (kata sifat) atau noun (kata benda), kalau demikian maka be, have, dan do ini sudah tidak sanggup dianggap sebagai primary auxiliary verb, namun dianggap sebagai kata kerja utama alasannya yaitu dalam sebuah kalimat bahasa inggris haruslah terdapat kata kerja utama.
Advertisement




Penggunaan Primary Auxiliary Verb “Be”
Penggunaan be sebagai primary auxiliary verb ini sangat banyak, hampir semua tenses sanggup menggunakannya. Jika anda mencoba melihat rumus tenses, dan disitu terdapat penggunaan be, maka disitulah be sanggup digunakan. Tapi ingat, be ini hanya dianggap sebagai primary auxiliary verb kalau terdapat kata kerja utamanya, kalau tidak ada maka akan dianggap sebagai kata kerja utama ibarat yang sudah saya jelaskan diatas.

Be ini sanggup dipakai untuk membentuk beberapa tenses, ibarat present continuous, past countinuous, dan future continuous. Dapat pula dikombinasikan dengan have untuk membentuk present perfect continuous, past perfect continuous, dan future perfect continuous. Selain itu, be juga sanggup dipakai untuk membentuk passive voice.

Contoh:
  • We are discussing a problem at the moment. (present continuous tense)
  • He was attending a party. (past continuous tense)
  • We will be studying English here tomorrow. (future continuous tense)
  • I have been learning English since 2005. (present perfect continuous tense)
  • Dani had been working in that company for twenty years. (past perfect continuous tense)
  • I will have been teaching here for fifteen years this year. (future perfect continuous tense)
  • Budi is hit by Agung. (passive voice)
  • I am called by Resti every day (passive voice)
Baca juga: Materi passive voice.

Penggunaan Primary Auxiliary Verb “Have”
Selain sanggup dikombinasikan dengan be untuk membentuk perfect continuous tense, have juga sanggup dipakai untuk membentuk perfect tense, baik present, past, maupun future. Selain itu, have juga sanggup dipakai untuk membentuk passive voice.

Contoh:
  • I have lived in Yogyakarta since 2006. (present perfect)
  • She had finished her homework. (past perfect)
  • The mechanic will have checked the car before I drive it. (future perfect)
  • A book has been brought by Feri. (passive voice)
  • Much money had been stolen by a thief. (passive voice)
Penggunaan Primary Auxiliary Verb “Do”
Penggunaan do ada banyak, biasanya do dipakai untuk membentuk perfect tense, question tag, kalimat Tanya dan kalimat negative pada simple tense.

Contoh:
  • You don't remember my name, do you? (question tag)
  • She read this book, didn't she? (question tag)
  • Do they write a letter? (kalimat Tanya/interogatif)
  • Did he love me? (kalimat Tanya/interogatif)
  • What does he want from me? (kalimat Tanya/interogatif)
  • I do not study. (kalimat negatif)
  • He does not study. (kalimat negatif)
  • She did not study last night. (kalimat negatif)
Selanjutnya: Materi modal auxiliary verbs.
----
Oke, itulah pengertian dan pola kalimat primary auxiliary verbs yang sanggup saya berikan kepada anda semuanya. Semoga ulasan ihwal pengertian dan pola kalimat primary auxiliary verbs diatas sanggup membantu dan menambah pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda. Thanks.