Thursday, May 31, 2012

Pengertian, Rumus, Dan Referensi Kalimat Conditional Sentence Type 1

Pengertian, Rumus, dan Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 1 – Anda selama mencar ilmu bahasa inggris tentu sudah pernah mendengar istilah conditional sentence, tidak heran alasannya yaitu conditional sentence memang menjadi salah satu pembahasan bahan bahasa inggris yang cukup popular. Dalam komunikasi, conditional sentence ini juga sangat sering digunakan, jadi bahan ini sangat masuk akal dan patut anda pelajari. Pada dasarnya, conditional sentence merupakan kalimat yang menyatakan suatu pengandaian, baik pengandaian yang mungkin terjadi maupun yang hampir mustahil terjadi. Nah, conditional sentence ini juga terbagi menjadi beberapa type, yaitu type 0, type 3, type 2, dan conditional sentence type 1.

Semua type diatas akan saya bahas, namun tentu saja bertahap, dan kali ini kita akan membahas perihal conditional sentence type 1. Pembahasan yang akan saya berikan mencakup pengertian, rumus, dan juga teladan kalimat conditional sentence type 1. Berikut ulasannya.

Baca juga: Conditional sentence type 2.

Pengertian Conditional Sentence Type 1
Conditional sentence type 1 yaitu kalimat pengandaian dimana pengandaian tersebut sangat mungkin terjadi (realistis untuk terjadi) di masa yang akan datang. Conditional sentence type 1 terdiri dari kalimat bersyarat (if clause) dan juga main clause, artinya disini harus ada syarat dan nantinya akan ada akibat/hasil dari syarat tersebut. Contohnya,” kalau kau olahraga, kau akan sehat”. Nah, disini yang dimaksud dengan syarat yaitu pemicu kenapa “kamu” akan sehat, dan akibat/hasilnya yaitu “kamu akan sehat” alasannya yaitu olahraga. Contoh lain, “jika kau belajar, kau akan lulus ujian”, “jika Tria tiba ke rumahku, saya akan menyambutnya”, “Jika saya tidak mengerjakan PR, guruku akan sangat marah”.

Nah diatas itu contoh-contoh kalau dalam bahasa Indonesia (dibagian bawah teladan dalam bahasa inggrisnya), kemudian bagaimana kalau memakai bahasa inggris? Untuk menyusun conditional sentence type 1 dalam bahasa inggris, ada rumus yang harus anda ikuti. Dibawah ini penjelasannya.
 dan Contoh Kalimat Conditional Sentence Type  Pengertian, Rumus, dan Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 1
Rumus Conditional Sentence Type 1
Untuk menyusun conditional sentence type 1, anda sanggup memakai rumus berikut ini

If + simple present + simple future
Atau sanggup dibalik, menjadi:
Simple future + If + simple present

Dari rumus diatas, kalau anda kurang terang bahwasanya sanggup diperinci lagi, rumusnya kalau diperinci akan menjadi menyerupai dibawah ini:

If + Subject + Verb1, + Subject + Will + Verb1 (Bare infinitive)
Atau sanggup anda balik, menjadi:
Subject + Will + Verb1 (Bare infinitive) + If + Subject + Verb1
Advertisement




Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 1
Oke, sehabis anda paham dengan pengertian dan rumus conditional sentence yang satu ini, cobalah untuk memperhatikan beberapa teladan kalimat conditional sentence type 1 yang akan saya berikan dibawah ini, berikut contohnya:
Conditional sentence type 1Arti
If I am hungry, I will get something to eat.Jika saya lapar, saya akan mendapatka/mencari sesuatu untuk dimakan.
If it rains, we will cancel the match.Jika hujan, kami akan membatalkan pertandingan.
I will be mad if Budi is late again.Saya akan murka kalau Budi terlambat lagi.
You will miss the bus if you don't hurry.Kamu akan ketinggalan bus kalau kau tidak buru-buru.
If you don't drop the gun, I'll shoot!Jika kau tidak menjatuhkan pistolnya, saya akan menmbak!
If you don't leave, I'll call the police.Jika kau tidak pergi, saya akan telepon polisi.
What will you do if you miss the plane?Apa yang akan kau lakukan kalau kau ketinggalan pesawat?
He will survive if he gets proper medical care.Dia akan bertahan hidup kalau beliau mendapat perawatan medis yang tepat.
I won't mark your homework, if you don't hand it in.Aku tidak akan menilai/menandai PR kamu, kalau kau tidak menyerahkannya.
If the game is good, I will play it.Jika game nya bagus, saya akan memainkannya.
If the sun comes out, we will go to the beach.Jika matahari terbit, kita akan pergi ke pantai.
My mom will be angry if I’m late tonight!Mama saya akan murka kalau saya telah malam ini!
If you see Didik later today, will you tell him to call me?Jika kau melihat Didik hari ini, akankah/maukah kau katakan padanya untuk menelpon saya?

Selanjutnya: Latihan soal conditional sentence type 1.

Itulah sedikit teladan kalimat conditional sentence type 1 yang sanggup saya bagi kepada anda. Sekarang, untuk memperdalam pemahaman anda, cobalah untuk menciptakan beberapa teladan versi anda, kemudian share kepada saya dan teman-taman yang lain teladan anda tersebut, share melalui kotak komentar dibawah, saya tunggu ya!

Jangan lewatkan: Materi nominal and ekspresi sentence.

Oke, itulah ulasan yang sanggup saya berikan. Semoga ulasan perihal pengertian, rumus, dan teladan kalimat conditional sentence type 1 diatas bermanfaat dan menambah pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya. Thanks.

Wednesday, May 30, 2012

Pengertian, Rumus, Dan Referensi Kalimat Past Future Tense

Pengertian, Rumus, dan Contoh Kalimat Past Future Tense – Tense ini sering disebut dengan istilah “future in the past”, sebab memang dalam tense ini penggunaannya melibatkan dua waktu, yaitu past (lampau) dan juga future (masa depan). Bagaimana memadukan dua waktu ini, bukannya past dan future merupakan waktu yang berlawanan? Iya betul memang berlawanan, namun dalam kondisi tertentu, dua waktu tersebut memang harus dipakai secara bersamaan untuk memperlihatkan pernyataan yang tepat.

Tak dilema kalau anda masih resah memikirkannya sekarang, ini masuk akal sebab bukan hanya anda yang merasa resah diawal, banyak juga kok yang lainnya termasuk beberapa bau kencur saya dulu. Tapi, sesudah anda menyimak klarifikasi wacana pengertian, rumus, dan tumpuan kalimat past future tense ini, biar kebingungan anda tersebut segera menghilang.

Pengertian Past Future Tense
Pada dasarnya yang dimaksud dengan past future tense atau future in the past yaitu suatu bentuk kata kerja yang dipakai untuk menyatakan suatu tindakan yang akan dilakukan dalam perspektif masa lampau, artinya anda membahas/membicarakan masa depan dimasa yang lampau.

Misalnya kalimat ibarat ini “Kemarin saya akan menemuimu tapi tidak jadi sebab saya kehabisan waktu”, nah dari kalimat ini, dikatakan future (masa depan) sebab yang anda bicarakan yaitu masa depan, perhatikan pecahan ini “saya akan menemuimu”, terperinci bahwa pecahan ini mengandung makna “yang akan terjadi/datang”. Sedangkan dikatakan past (lampau) sebab perspektif yang anda gunakan yaitu lampau, perhatikan time signal yang dipakai “kemarin”.

 Tense ini sering disebut dengan istilah  Pengertian, Rumus, dan Contoh Kalimat Past Future Tense

Bisa dibilang bahwa past future tense ini dipakai untuk menyatakan masa depan pada dikala dimasa yang lalu, dan biasanya hal-hal yang diungkapkan ini sanggup berupa rencana, prediksi, atau sebuah janji.

Baca juga:
Rumus Past Future Tense
Untuk menyusun sebuah kalimat past future tense, anda memerlukan rumus-rumus tertentu, dan anda juga harus memperhatikan bentuk kalimat yang akan anda gunakan, contohnya kalimat bentuk positif, negatif, interogatif, atau kalimat negatif interogatif, setiap bentuk kalimat tersebut mempunyai susunan yang sedikit berbeda, berikut rumus yang sanggup anda gunakan:

Kalimat positif
S + Would + Verb1 (bare infinitive)
atau
S + Was/were + Going to + Verb1 (bare infinitive)
Contoh:
I would call you when I arrived.
He was going to go to the movies last Friday night.

Untuk menunjukan bahwa kalimat-kalimat diatas dalam perspektif lampau, tidak harus ada time signal “tomorrow/kemarin”, tapi sanggup juga time signal lainnya yang serupa ibarat last, ago, atau bentuk-bentuk yang menunjukan lampau. Bahkan sanggup saja tidak ada time signalnya kalau lawan bicara sudah tahu/paham dengan konteks yang sedang anda bicarakan.
Advertisement




Keterangan (berlaku untuk semuanya): S yaitu subjek, subjek sanggup berupa noun, pronoun, ataupun noun phrase. Verb1 (bare infinitive yaitu kata kerja bentuk pertama tanpa pelengkap s/es. Penggunaan was atau were tergantung dengan subjeknya, perhatikan tabel dibawah ini:
Subjek Was/were
IWas
YouWere
SheWas
HeWas
ItWas
WeWere
TheyWere
GirlWas
GirlsWere
TeacherWas
TeachersWere
Budi (nama orang)Was
Shinta (nama orang)Was
Etc…

Baca selengkapnya: Penggunaan was dan were.

Kalimat negatif:
S + Would + Not + Verb1 (bare infinitive)
atau
S + Was/were + Not + Going to + Verb1 (bare infinitive)
Contoh:
I would not call you when I arrived.
He was not going to go to the movies last Friday night.

Penggunaan would + not dan was/were + not ini sanggup juga anda singkat, jadi nanti dari would not dan was/were not sanggup anda singkat menjadi wouldn’t dan wasn’t atau weren’t.

Kalimat interogatif:
Would + S + Verb1 (bare infinitive)
atau
Was/were + S + Going to + Verb1 (bare infinitive)
Contoh:
Would you call me when you arrived?
Was he going to go to the movies last Friday night?

Lebih Banyak Contoh Kalimat Past Future Tense
Setelah anda paham dengan apa yang dimaksud past future tense dan mengerti bagaimana cara membentuknya, untuk meningkatkan pemahaman anda silahkan perhatikan beberapa tumpuan kalimat past future tense berikut ini:
Contoh kalimat past future tenseArti
After the first week in gym I decided I would never quit!Setelah ahad pertama di gym saya tetapkan saya tidak akan pernah berhenti!
I told him I would call back.Saya bilang padanya saya akan menelpon kembali.
I was going to call you, but I forgot!Saya akan menelponmu, tapi saya lupa!
He knew he would be able to do it.Dia tahu ia akan sanggup melaksanakan itu.
She hoped she would arrive in time.Dia berharap ia akan tiba pada waktunya.
They decided they would skip lunch.Mereka tetapkan mereka akan melewatkan makan siangnya.
I thought that you were going to be there. What happened? Why didn't you come?Saya pikir bahwa kau akan berada disana. Apa yang terjadi? Kenapa kau tidak datang?
We weren't going to play chess, but there was really nothing better to do, so we decided to play.Kita tidak akan bermain catur, tapi disana benar-benar tidak ada yang lebih baik untuk dilakukan, jadi kami tetapkan untuk bermain.
If she had bought those shares, she would be rich now.Jika ia telah membeli saham tersebut, ia akan menjadi kaya sekarang.
The game was going to be played at 1pm, but it rained, so they postponed the starting time.Gamenya akan dimulai pukul 1, tapi hujan sehingga mereka menunda waktu mulainya.
We were going to call you last night, but we forgot.Kami akan menelponmu tadi malam, tapi kami lupa.
Nah, itulah sedikit tumpuan kalimat yang sanggup saya berikan, kini untuk materi latihan anda, cobalah untuk menciptakan tumpuan kalimat past future tense versi anda sendiri, kemudian share kepada saya dan teman-teman yang lainnya kalimat anda tersebut, share melalui kotak komentar dibawah, saya tunggu ya!

Oke, itulah sedikit ulasan wacana pengertian, rumus, dan tumpuan kalimat past future tense dari saya. Semoga klarifikasi diatas sanggup menambah pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya. Thanks.

Tuesday, May 29, 2012

Pengertian Dan Teladan Kalimat Primary Auxiliary Verbs

Pengertian dan Contoh Kalimat Primary Auxiliary Verbs – Salah satu kelompok kata kerja (verb) yang sangat sering dipakai dalam komunikasi bahasa inggris yaitu kelompok kata kerja yang disebut dengan primary auxiliary verbs. Kelompok kata kerja ini sanggup dipakai di semua tenses bahasa inggris, jadi bahwasanya anda itu sudah pernah menjumpainya, bahkan saya yakin sudah pernah menggunakannya, namun disini mungkin anda tidak sadar bahwa yang anda gunakan tersebut merupakan salah satu primary auxiliary verbs. Tak perlu aib untuk mengakuinya, namanya saja proses pembelajaran, masuk akal kalau anda belum mengetahuinya. Tapi saya yakin, sehabis anda membaca ulasan ini hingga selesai, anda akan pribadi paham alasannya yaitu bahan primary auxiliary verbs ini tergolong sebagai bahan yang cukup mudah.

Sebenarnya beberapa kali saya sudah menyinggung problem kelompok kata kerja ini, tapi gres kini saya sempat mengulasnya lebih jauh. Oh iya, bahan ini sangat bekerjasama dengan bahan kata kerja yang sebelumnya sudah saya ulas, jadi kalau anda belum paham betul dengan apa yang dimaksud kata kerja, sebaiknya pelajari lagi bahan dasar kata kerja, hal itu akan membantu anda dalam memahami bahan kali ini.

Baca: Materi kata kerja.
Pengertian dan Contoh Kalimat Primary Auxiliary Verbs Pengertian dan Contoh Kalimat Primary Auxiliary Verbs
Pengertian Primary Auxiliary Verbs
Pada dasarnya yang dimaksud dengan primary auxiliary verb yaitu kelompok kata kerja bantu yang tidak mempunyai arti tersendiri namun membantu dalam pembentukan huruf tenses. Terdapat tiga kata kerja yang sanggup disebut sebagai primary auxiliary verb, yaitu be beserta turunannya, have beserta turunannya, dan do beserta turunannya. Kalau dirinci, maka yang termasuk sebagai kata kerja bantu ini yaitu sebagai berikut:
Verb1 (bare infinitive)Verb1 (additional infinitive)Verb2 (past)Verb3 (past participle)Verb.ing (present participle)
Be Is/am/areWas/wereBeen Being
Have Has Had Had Having
Do Does Did Done Doing

Kata-kata kerja diatas cuman berasal dari tiga kata kerja saja lho, be, have, dan do saja, namun yang menciptakan banyak itu turunannya, dan turunannya itu juga dianggap sebagai primary auxiliary verb alasannya yaitu nanti akan dipakai pada tenses yang berbeda.

Contoh:
  • They are studying English right now.
  • I am studying right now.
  • She is reading a book right now.
  • Dina was watching TV.
  • We were watching TV.
  • I have visited Bali.
  • She has visited Bali.
  • They did not study last night.
  • They do not write a letter.
  • Mela does not often play piano.
Karena primary auxiliary verb ini disebut kata kerja bantu, maka nanti niscaya diikuti oleh kata kerja utama, ibarat pada pola diatas. Coba anda cermati, kata kerja bantu diatas niscaya diikuti oleh kata kerja utama, ibarat study, visit, write, play, read, watch (kata kerja utama beserta turunannya).

Jika be, have, dan do beserta keturunannya tidak diikuti kata kerja utama, maka be, have, dan do ini sudah tidak sanggup dianggap sebagai primary auxiliary verb lagi, namun akan dianggap sebagai kata kerja utama (ordinary verb).

Contoh:
  • She is beautiful.
  • I am Indonesian.
  • I was busy last night.
  • We did the test yesterday.
  • I have good news for you.
Bisa diperhatikan ya, sehabis kata be, have, dan do tidak diikuti dengan kata kerja utama, tapi diikuti adjective (kata sifat) atau noun (kata benda), kalau demikian maka be, have, dan do ini sudah tidak sanggup dianggap sebagai primary auxiliary verb, namun dianggap sebagai kata kerja utama alasannya yaitu dalam sebuah kalimat bahasa inggris haruslah terdapat kata kerja utama.
Advertisement




Penggunaan Primary Auxiliary Verb “Be”
Penggunaan be sebagai primary auxiliary verb ini sangat banyak, hampir semua tenses sanggup menggunakannya. Jika anda mencoba melihat rumus tenses, dan disitu terdapat penggunaan be, maka disitulah be sanggup digunakan. Tapi ingat, be ini hanya dianggap sebagai primary auxiliary verb kalau terdapat kata kerja utamanya, kalau tidak ada maka akan dianggap sebagai kata kerja utama ibarat yang sudah saya jelaskan diatas.

Be ini sanggup dipakai untuk membentuk beberapa tenses, ibarat present continuous, past countinuous, dan future continuous. Dapat pula dikombinasikan dengan have untuk membentuk present perfect continuous, past perfect continuous, dan future perfect continuous. Selain itu, be juga sanggup dipakai untuk membentuk passive voice.

Contoh:
  • We are discussing a problem at the moment. (present continuous tense)
  • He was attending a party. (past continuous tense)
  • We will be studying English here tomorrow. (future continuous tense)
  • I have been learning English since 2005. (present perfect continuous tense)
  • Dani had been working in that company for twenty years. (past perfect continuous tense)
  • I will have been teaching here for fifteen years this year. (future perfect continuous tense)
  • Budi is hit by Agung. (passive voice)
  • I am called by Resti every day (passive voice)
Baca juga: Materi passive voice.

Penggunaan Primary Auxiliary Verb “Have”
Selain sanggup dikombinasikan dengan be untuk membentuk perfect continuous tense, have juga sanggup dipakai untuk membentuk perfect tense, baik present, past, maupun future. Selain itu, have juga sanggup dipakai untuk membentuk passive voice.

Contoh:
  • I have lived in Yogyakarta since 2006. (present perfect)
  • She had finished her homework. (past perfect)
  • The mechanic will have checked the car before I drive it. (future perfect)
  • A book has been brought by Feri. (passive voice)
  • Much money had been stolen by a thief. (passive voice)
Penggunaan Primary Auxiliary Verb “Do”
Penggunaan do ada banyak, biasanya do dipakai untuk membentuk perfect tense, question tag, kalimat Tanya dan kalimat negative pada simple tense.

Contoh:
  • You don't remember my name, do you? (question tag)
  • She read this book, didn't she? (question tag)
  • Do they write a letter? (kalimat Tanya/interogatif)
  • Did he love me? (kalimat Tanya/interogatif)
  • What does he want from me? (kalimat Tanya/interogatif)
  • I do not study. (kalimat negatif)
  • He does not study. (kalimat negatif)
  • She did not study last night. (kalimat negatif)
Selanjutnya: Materi modal auxiliary verbs.
----
Oke, itulah pengertian dan pola kalimat primary auxiliary verbs yang sanggup saya berikan kepada anda semuanya. Semoga ulasan ihwal pengertian dan pola kalimat primary auxiliary verbs diatas sanggup membantu dan menambah pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda. Thanks.

Monday, May 28, 2012

Pengertian, Fungsi, Dan Referensi Kalimat Modal Auxiliary Verbs

Pengertian, Fungsi, dan Contoh Kalimat Modal Auxiliary Verbs – Istilah modal auxiliary verb atau sering juga disebut dengan istilah secondary auxiliary verb merupakan salah satu type verb (kata kerja) yang sangat sering dipakai dalam komunikasi bahasa inggris. Kata kerja yang termasuk dalam jenis ini ada banyak, anda pun saya yakin juga sudah pernah mendengar atau menggunakannya alasannya kata kerja ini sudah umum sekali, hanya saja mungkin anda tidak mengetahuinya bahwa apa yang anda gunakan tersebut sebetulnya merupakan kata kerja yang disebut dengan modal auxiliary verb. Tak persoalan kalau anda belum mengetahuinya, sesudah anda menyimak pembahasan ini hingga jawaban anda nantinya juga akan mengetahuinya kok.

Oh iya, sebelumnya saya juga sudah membahas bahan yang serupa dengan bahan ini, yaitu perihal primary auxiliary verbs. Jika anda belum membacanya, silahkan baca juga untuk melengkapi pemahaman anda.

Baca: Materi primary auxiliary verbs.

Dalam bahan kali ini, kita akan fokus membahas mengenai pengertian, fungsi, dan pola kalimat modal auxiliary verbs. Berikut pembahasannya:

Pengertian Modal Auxiliary Verbs
Pada dasarnya yang dimaksud dengan modal auxiliary verb yaitu kata kerja bantu yang mempunyai arti sendiri dan akan melengkapi makna dari kata kerja utama (ordinary verb), sehingga kata kerja jenis ini akan membantu dalam memperkuat klarifikasi yang terkandung di dalam kata kerja utama. Untuk membantu dalam klarifikasi tersebut, modal auxiliary verb selalu diletakkan sebelum kata kerja utamanya, walaupun tidak selalu sempurna dibelakang kata kerja utama namun letaknya selalu dibelakang (sebelumnya).

Baca juga: Materi dasar kata kerja.

Kata kerja yang termasuk dalam modal auxiliary verbs ini jumlahnya banyak dengan aneka macam fungsi yang berbeda-beda, diantaranya yaitu will, shall, would, should, ought to, can, could, must, may, might, dan had better. Kata kerja tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda, ada yang berfungsi untuk menjelaskan kemampuan, kemauan, kebutuhan, undangan izin atau pun kemungkinan, dibawah ini klarifikasi lengkapnya.
 dan Contoh Kalimat Modal Auxiliary Verbs Pengertian, Fungsi, dan Contoh Kalimat Modal Auxiliary Verbs
Fungsi Modal Auxiliary Verbs
Fungsi Contoh
Can
Can sanggup dipakai untuk membantu dalam menyatakan sebuah kemampuan.I can give you some money. (Saya bisa/dapat memberimu sejumlah uang.)
Can juga sanggup dipakai untuk membantu dalam menyatakan sebuah undangan izin atau permohonan.Can I kiss you? (Bolehkah saya menciummu?)
Can you give me some money? (Bisakah kau memberiku sejumlah uang?)
Could
Could intinya mempunyai fungsi menyerupai halnya can, tapi could dipakai untuk membantu menyatakan kemampuan dimasa lalu.You could do it if you tried. (Kamu bisa melakukannya kalau kau mencobanya)
Could sanggup juga dipakai untuk meminta izin atau permohonan untuk masa kemudian dan masa depan.Could I use your phone? (Bolehkah saya memakai HP kamu?)
May
Modal auxiliary verb yang satu ini sanggup dipakai untuk menyatakan seuatu kemungkinan, baik dimasa kini maupun di masa yang akan datang.It may rain this afternoon (Mungkin hujan sore/siang ini.)
The rope may break. (Talinya mungkin putus.)
May ini juga bisa dipakai untuk meminta izin menyerupai halnya can, tapi penggunaan could akan terlihat lebih sopan daripada can.May I take a swim? (Bolehkah saya berenang)
May I use your phone? (Bolehkah saya memakai HP kamu?)
Might
Might juga sanggup dipakai untuk menyatakan suatu kemungkinan dimasa kini maupun di masa mendatang. Bedanya dengan may, might dipakai dikala sebuah kemungkinan tersebut sulit untuk terjadi/kemungkinan untuk terjadi kecil/suatu hal yang sangat tidak pasti. – untuk memilih kemungkinan yang gampang terjadi dan kemungkinan yang sulit terjadi, itu tergantung dengan persepsi anda masing-masing.They might have arrived now. (Mereka mungkin telah tiba sekarang.)
I might see you tomorrow. (Saya mungkin menjengukmu besok.)
Might sanggup dipakai untuk mengganti penggunaan could alasannya might terlihat lebih sopan.Might I ask you a question? (Boleh saya bertanya?)
Might I just interrupt for a moment? (Boleh saya menggangu sebentar?)
Will
Will sanggup anda gunakan untuk menyatakan sebuah kemauan, permintaan, sesuatu yang akan datang, atau pun suatu prediksi.I will help you. (Saya akan menolongmu)
I will buy that book. (Saya akan membeli buku itu.)
You will regret it when you are older (Kau akan menyesalinya dikala kau tua.)
Will you stop here, please! (Akankah/maukah kau berhenti disini, tolong!
Would
Penggunaan would sama dengan penggunaan will, hanya saja would terlihat lebih sopan. Selain itu, would juga sanggup dipakai untuk menyatakan sebuah kemungkinan serta tindakan yang ingin dilakukan dimasa yang lalu.I said I would help you. (Saya bilang saya akan membantu anda.)
He told me he would be here before 8:00. (Dia bilang padalu beliau akan berada disini sebelum jam 8.)
If I were president, I would cut the cost of education. (Jika saya presiden, saya akan memotong biaya pendidikan.)
Shall
Penggunaan shall sama persis dengan will, namun shall hanya bisa dipakai untuk subjek I dan We saja, subjek lainnya menyerupai he, she, they, you, it dan lain-lain tidak bisa menggunakannya.I shall be there by 8:00. (Saya akan disana jam 8.)
I shall never forget you. (Saya tidak akan pernah melupakanmu.)
Shall we move into the living room? (Haruskah kita pindah ke ruang tamu?)
Should
Should dipakai untuk menunjukkan rekomendasi, nasehat dan saran.People with high cholesterol should eat low-fat foods. (Orang dengan kolesterol tinggi harus makan masakan rendah lemak.)
You should return the video before the video rental store closes (Kau harus mengembalikan videonya sebelum tokonya tutup.)
Must
Must biasa dipakai untuk menyatakan sebuah kewajiban, larangan, atau pun suatu kebutuhan.Budi, you must not play in the street! (Budi, kau dilarang bermain dijalanan!)
Students must pass an entrance examination to study at this school. (Para siswa harus lulus ujian masuk untuk mencar ilmu di sekolah ini.)
Ought to
Ought to sanggup anda gunakan untuk menyatakan kemungkinan atau asumsi, memberi saran dan nasehat.This stock ought to increase in value. (Saham ini mungkin akan meningkat nilainya.)
She ought to have received the package yesterday. (Dia seharusnya sudah mendapatkan paketnya kemarin.)
Had better
Had better seringkali dipakai untuk menunjukkan nasehat yang penting, artinya kalau sebuah nasehat diacuhkan maka sesuatu hal akan menjadi gawat. – untuk memilih mana yang gawat dan mana yang tidak gawat, itu tergantung dengan evaluasi anda masing-masing.You had better watch the way you talk to me in the future! (Anda sebaiknya melihat cara Anda berbicara dengan saya di masa depan!)
They had better not be late. (Mereka sebainya tidak terlambat.)
Advertisement




Lebih Banyak Contoh Kalimat Modal Auxiliary Verbs
Setelah anda paham dengan pengertian dan fungsi modal auxiliary verbs, untuk memperdalam pemahaman anda maka ada baiknya perhatikan beberapa pola kalimat modal auxiliary verbs dibawah ini:
Contoh kalimat modal auxiliary verbArti
I can ride a horse.Saya bisa naik/mengendarai kuda.
I can speak Chinese.Saya bisa berbicara bahasa cina.
Could I use your computer to email my boss?Bolehkah saya memakai komputermu untuk mengirimkan email ke bos saya?
If I had more time, I could travel around the world.Jika saya mempunyai lebih banyak waktu, saya bisa berkeliling dunia.
Jack may get upset if you don't tell him the truth.Jack mungkin murka kalau Anda tidak menyampaikan yang sebenarnya.
Your purse might be in the living room.Dompet kau mungkin berada di ruang tamu.
He thinks it will rain tomorrow.Dia piker akan hujan besok.
When I was a kid, I would always go to the beach.Ketika saya masih kecil, saya akan selalu pergi ke pantai.
We shall overcome oppression.Kami akan mengatasi penindasan
You really should start eating better.Kamu benar-benar harus mulai makan dengan baik.
Sarah shouldn't smoke so much. It's not good for her health.Sarah dilarang merokok begitu banyak. Ini tidak baik untuk kesehatannya.
You must not swim in that river. It's full of crocodiles.Anda dilarang berenang di sungai itu, sungai itu penuh buaya.
Tria ought to exercise more.Tria harusnya berolahraga lebih banyak.
You ought to stop smoking.Kamu harus berhenti merokok.
They had better be here before we start dinner.Mereka sebaiknya berada disini sebelum kita mulai makan malam.

Selanjutnya, baca juga: Materi ordinary verbs.
----
Nah, itulah sedikit klarifikasi perihal pengertian, fungsi, dan pola kalimat modal auxiliary verbs yang sanggup saya berikan. Semoga klarifikasi diatas bermanfaat dan menambah pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya. Thanks.

Sunday, May 27, 2012

Pengertian Dan Teladan Kalimat Ordinary Verbs

Pengertian dan Contoh Kalimat Ordinary Verbs – Penggolongan kata kerja (verbs) memang bermacam-macam, beberapa diantaranya menyerupai primary auxiliary verbs, modal auxiliary verbs, dan juga ordinary verbs. Setiap macam verbs tersebut terperinci mempunyai fungsi dan penggunaan yang berbeda-beda, jadi masuk akal jikalau anda menemukan penggunaan kata kerja yang bervariasi dalam berkomunikasi memakai bahasa inggris, bahkan kadang akan membingungkan jikalau anda belum memahaminya. Oleh alasannya itu, untuk menghindari kebingungan dan ketidakpahaman, maka ada baiknya anda memahami semua materi yang berkaitan dengan kata kerja.

Sebelumnya saya juga sudah membahas materi yang serupa dengan materi ini, diantaranya primary auxiliary verbs dan juga modal auxiliary verb, jikalau anda belum mempelajarinya, silahkan pelajari juga materi tersebut.

Baca:
Materi primary auxiliary verbs.
Materi modal auxiliary verbs.

Nah, untuk pembahasan kali ini, sesuai dengan judulnya kita akan mengulas perihal ordinary verbs, khususnya pengertian ordinary verbs dan juga beberapa pola kalimat ordinary verbs. Berikut pembahasannya:
Pengertian dan Contoh Kalimat Ordinary Verbs Pengertian dan Contoh Kalimat Ordinary Verbs
Pengertian Ordinary Verbs
Pada dasarnya yang dimaksud dengan ordinary verbs ialah kata kerja utama atau kata kerja pokok yang dipakai dalam suatu kalimat untuk menandakan apa yang dilakukan oleh subjek. Kata kerja utama (ordinary Verbs) ini sanggup bangkit sendiri ataupun sanggup diperjelas dengan kata kerja bantu. Ordinary verbs juga ada berbagai jumlahnya, jauh lebih banyak dari primary auxiliary verbs dan modal auxiliary verbs. Beberapa pola dari ordinary verbs diantaranya seperti: study, read, write, speak, watch, take, buy, bring.

Sedangkan pola kata kerja bantu (primary auxiliary verbs dan modal auxiliary verbs) sanggup berupa:
Is, am, are, was, were, have, has, had, do, does, did, done, etc… (primary auxiliary verbs).
Will, shall, would, should, must, may, might, etc… (modal auxiliary verbs).

Ordinary verbs sanggup dipakai tanpa adanya kata kerja bantu maupun dengan memakai kata kerja bantu, misalnya menyerupai ini:
  • Andika speaks English well.
  • They study English at HomeEnglish.
  • He kicked the ball.
Dilihat dari pola diatas, terlihat bahwa ordinary verbs bangkit tanpa adanya kata kerja bantu. Dan penggunaan kata kerja utama (ordinary verbs) ini tidak peduli apakah mau ada tanbahan s/es, atau ed sekalipun, tetap saja akan disebut ordinary verbs.
Advertisement




Sedangkan untuk ordinary verb yang memakai kata kerja bantu, misalnya menyerupai ini:
  • They will study English at HomeEnglish.
  • They have studied English at HomeEnglish.
  • He was attending a party.
  • All ministers had arrived at the presidential palace.
Kata-kata menyerupai will, have, was, dan had ini merupakan kata kerja bantu, sedangkan study, studied, attending (attend), arrived ialah kata kerja utama (ordinary verbs).

Kata Kerja Bantu Bisa Berubah Menjadi Ordinary Verb
Dalam beberapa kasus, kata kerja bantu juga sanggup menjelma ordinary verbs. Ingat, semua kalimat niscaya membutuhkan kata kerja. Contohnya menyerupai ini:
  • She is very beautiful.
  • I am Indonesian.
  • They have much money today.
  • I was busy last night.
Is, am, have, dan was ini awalnya merupakan kata kerja bantu, namun dalam kalimat-kalimat diatas berperan sebagai kata kerja utama. Karena sebuah kalimat niscaya memerlukan kata kerja, sedangkan kata kerja bantu tidak sanggup bangkit sendiri, maka kata kerja bantu yang dipakai tersebut secara otomatis akan menjelma kata kerja utama, dan sudah tidak sanggup lagi dianggap sebagai kata kerja bantu.

Lebih Banyak Contoh Kalimat Ordinary Verbs
Contoh kalimatArti
They did not study English yesterday.Mereka tidak berguru bahasa inggris kemarin.
He buys me a book.Dia membelikan saya sebuah buku.
Dea sent me a parcel.Dea mengirimi saya parsel.
Risa always comes on time.Risa selalu tiba sempurna waktu.
I usually read some books in the morning.Saya biasanya membaca beberapa buku di pagi hari.
We have lived in Yogyakarta since 2005.Kami sudah tinggal di Yogyakarta semenjak 2005.
My family moved to Jakarta in 2010.Keluarga saya pindah ke Jakarta pada tahun 2010.
I met Budi when he was attending a party.Saya bertemu Budi dikala di sedang menghadiri sebuah pesta.
She went to Ambarukmo Plaza after she had finished her homework.Dia pergi ke Plaza Ambarukmo sesudah ia menuntaskan PRnya.
Shanti was watching TV when somebody knocked the door yesterday.Shanti sedang menonton TV dikala seseorang mengetuk pintu kemarin.
Don’t call me at 10 tomorrow morning, I will be doing my test at that time tomorrow.Jangan telepon saya pada jam 10 besok, saya akan sedang melaksanakan test pada waktu itu besok.
Didi looks handsome.Didi terlihat tampan.
They are very naughty.Mereka sangat nakal.
Lia can speak Arabic well.Lia sanggup bicara bahasa arab dengan baik.
I am called by Tria every day.Saya ditelepon oleh Tria setiap hari.
----
Oke, itulah sedikit ulasan perihal pengertian dan pola kalimat ordinary verbs yang sanggup saya berikan kepada anda. Semoga ulasan perihal ordinary verbs diatas sanggup membantu dan meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya, thanks.

Saturday, May 26, 2012

Perbedaan Penggunaan Kata Can Dan Could

Perbedaan Penggunaan Kata Can dan Could – Kedua kata kerja ini merupakan bab dari kata kerja yang disebut dengan istilah modal auxiliary verbs. Modal auxiliary verbs ialah kata kerja bantu yang mempunyai arti sendiri dan dipakai untuk membantu dalam pembentukan abjad tenses. Selain can dan could, masih ada banyak lagi kata kerja yang termasuk dalam modal auxiliary verbs, ibarat will, shall, would, should, must, may, dan lain sebagainya. Sebenarnya saya sudah sedikit menyinggung persoalan perbedaan penggunaan can dan could ini pada bahan sebelumnya, tapi alasannya ialah kurang lengkap maka saya memutuskan untuk memperlihatkan klarifikasi ihwal can dan could ini lebih terang lagi.

Oh iya, bagi yang belum mempelajari bahan modal auxiliary verb, silahkan pelajari juga bahan tersebut.

Baca: Materi modal auxiliary verbs.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas salah satu bab dari modal auxiliary verbs, yaitu kata kerja bantu can dan could. Nah, berikut ini penjelasannya:

 Kedua kata kerja ini merupakan bab dari kata kerja yang disebut dengan istilah modal a Perbedaan Penggunaan Kata Can dan Could

Penggunaan Kata Kerja Can
Pada dasarnya can sanggup dipakai untuk membantu dalam menyatakan sebuah kemampuan, selain itu can juga sanggup dipakai untuk membantu dalam menyatakan sebuah ajakan izin atau permohonan.

Contoh dalam menyatakan kemampuan:
  • Budi can speak Arabic well. (Budi bisa berbicara bahasa arab dengan baik.)
  • I can do this job. (Saya bisa melaksanakan pekerjaan ini.)
  • I can play football. (Saya bisa bermain sepakbola.)
  • Budi can’t speak Arabic. (Budi tidak bisa bicara bahasa arab.)
  • I can’t do this job. (Saya tidak bisa melaksanakan pekerjaan ini.)
  • I cannot play football. (Saya tidak bisa bermain sepakbola.)
* Penggunaan cannot dan can’t sama saja, can’t merupakan akronim dari cannot (can + not).
Advertisement




Contoh dalam menyatakan ajakan izin atau permohonan:
  • Can you help me? (Bisakah kau membantu ku?)
  • Can I carry your bag? (Dapatkah saya membawakan tas mu?)
  • Can I stay here for another hour? (Dapatkah saya tetap/tinggal disini untuk set jam?)
  • Can I ask you something? (Boleh saya bertanya padamu sesuatu?)
Baca juga: Penggunaan cannot, can not, dan can't.

Penggunaan Kata Kerja Could
Could intinya mempunyai fungsi ibarat halnya can, tapi could dipakai untuk membantu menyatakan kemampuan dimasa lalu. Could sanggup juga dipakai untuk meminta izin atau permohonan untuk masa kemudian dan masa depan. Selain itu, dalam hal meminta izin atau permohonan, could juga sanggup dipakai untuk menggantikan can, alasannya ialah penggunaan could dianggap lebih sopan (memiliki nilai sopan santun yang lebih tinggi) dari pada memakai can.

Contoh dalam menyatakan kemampuan:
  • I could ride a bike, but I couldn’t swim when I was seven years old. (Aku bisa naik sepeda, tapi saya tidak bisa berenang dikala saya berusia tujuh tahun.)
  • We could get there in time if you were driving a bit faster. (Kita bisa hingga di sana sempurna waktu kalau kau berkendara sedikit lebih cepat.)
  • We were so near the sea that I could hear the seagulls. (Kami begitu bersahabat maritim sehingga saya bisa mendengar burung-burung camar.)
  • When she was younger, she could work for ten hours without stopping. (Ketika ia masih muda, ia bisa bekerja selama sepuluh jam tanpa henti.)
  • She couldn’t understand what the foreigner was saying. (Dia tidak bisa mengerti apa yang orang aneh itu mengatakan.)
* Walaupun could dipakai untuk menyatakan kemampuan dimasa lalu, namun kata kerja utama (ordinary verbs) yang mengikutinya tidak memakai verb2 (past), tetapi harus memakai verb1 (bare infinitive). Perhatikan pola diatas, sesudah kata could niscaya diikuti verb1 (bare infinitive) dan bukan diikuti oleh verb2, hal ini alasannya ialah setiap kata kerja modal auxiliary verbs hanya bisa di ikuti oleh verb 1 saja.

Contoh dalam menyatakan ajakan izin atau permohonan:
  • Could I ask you something? (Bolehkah saya menanyakan sesuatu padamu?)
  • Could you please do me a favour? (Bisa kau tolong membantu saya?)
  • Could I have some more salad with the meat?
----
Oke, itulah ulasan ihwal perbedaan penggunaan kata can dan could yang sanggup saya berikan kepada anda. Semoga pembahasan mengenai perbedaan penggunaan kata can dan could di atas sanggup menambah pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya. Thanks.

Friday, May 25, 2012

Perbedaan Penggunaan Specially Dan Especially

Perbedaan Penggunaan Specially dan Especially – Masih resah ya duduk perkara penggunaan specially dan especially? Tidak apa-apa dan tak perlu malu, namanya saja lagi belajar. Saya dulu saat pertama kali berguru bahasa inggris juga sempet resah kok dengan kedua kata tersebut. Tapi sekarang saya sudah paham mengenai penggunaan kata-kata tersebut, dan kali ini saya ingin membuatkan pengetahuan dengan anda semuanya. Yang perlu anda pahami, pertama, baik especially maupun specially yaitu sama-sama adverb (kata keteranga) yang mempunyai arti terutama/khusus. Walaupun secara umum mempunyai arti yang sama, namun tentu saja kedua kata tersebut mempunyai penggunaan yang berbeda, artinya kaidah dan hukum penggunaannya juga berbeda.

Umumnya kata especially lebih sering digunakan, alasannya yaitu kondisi dan situasi yang membuatnya sempurna untuk digunakan. Walaupun begitu, kata specially pun cukup sering dipakai pada kondisi-kondisi tertentu. Nah kondisi-kondisi menyerupai apakah yang sempurna untuk memakai especially dan specially, simak ulasannya berikut ini.

Perbedaan Penggunaan Specially dan Especially Perbedaan Penggunaan Specially dan Especially

Penggunaan Especially
Pada dasarnya kata especially sering dipakai untuk memperlihatkan suatu penekanan, yang cenderung bermakna “khususnya” atau bermakna suatu hal “di atas atau lebih penting dari yang lainnya”, dan biasanya pementingan ini ditandai dengan digunakannya koma dalam kalimat.

Agar anda lebih paham, saya berikan pola dalam bahasa Indonesia, misalkan kalimat menyerupai ini “mereka terlihat sangat bagus sekali, terutama Desi”, dalam kalimat ini yang di maksud dengan “mereka” salah satunya yaitu Desi, dan Desi lah yang paling bagus di antara mereka.

Perhatikan pola dalam bahasa inggris berikut ini:
  • I love the winter, especially when it snows. (Saya suka demam isu dingin, terutama saat turun salju.)
  • The boys prefer to choose comic than novel, especially Budi. (Para lelaki lebih menentukan komik daripada novel.)
Dari kedua pola diatas, sanggup dipahami kenapa memakai especially? Yap, alasannya yaitu ada “sesuatu” yang lebih utama dari yang lainnya, atau sesuatu itu lebih “condong atau dominan” daripada yang lainnya.

Penggunaan Specially
Specially ini sanggup dipakai untuk memperlihatkan suatu tujuan khusus tertentu. Dan penggunaan specially ini tidak perlu memakai koma. Misalkan kalimat menyerupai ini ‘saya jauh-jauh tiba kesini khusus untuk menemuimu”, terang dari kalimat tersebut ada sebuah tujuan tertentu, yaitu untuk menemui seseorang yang dimaksud diatas.
Advertisement




Contoh:
  • I made this software specially for children. (Saya menciptakan software ini khusus untuk anak-anak.)
  • I brought my brother specially to see the winter in Minnesota. (Aku membawa Saudaraku khusus untuk melihat demam isu hambar di Minnesota.)

Yang Perlu Diperhatikan Juga
Jika specially dan atau especially diletakkan/digunakan sebelum adjective (kata sifat) maka akan bermakna “sangat” atau “begitu” yang pada dasarnya lebih dari “normal”. Dalam hal ini penggunaan especially dan specially sama saja, walaupun especially lebih umum digunakan.

Contoh:
  • That is especially/specially  radical idea. (Itu yaitu inspirasi yang sangat-sangat radikal.)
  • The food was especially/specially delicious. (Makanannya sangat-sangat lezat.)
  • This vocabulary isn't especially/specially difficult. (Kosakata ini tidaklah begitu sulit.)
Jangan gunakan especially dan specially dalam mengawali sebuah kalimat, artinya jangan memakai kedua kata tersebut diawal kalimat. Tapi jikalau anda benar-benar harus menggunakannya, maka gunakanlah “in particular” sebagai gantinya.

Contoh:
  • I love watching films. In particular, I really like horror films. (Saya suka nonton film. Khususnya, saya sungguh suka film horor.)
  • I enjoyed visiting japan. In particular, I loved Tokyo. (Saya meningkati berkunjung di Jepang. Khususnya, saya menyukai Tokyo.)

Lebih Banyak Contoh Especially dan Specially
Especially Specially
She can't be sure she will win, especially at this early stage of the campaign.I rented this horror film specially for Halloween.
The appetizers, and especially the soup were delicious.These houses were specially built for small families.
I love watching films, especially horror.I had my hair cut specially for the job interview.
Adi is really good at English, especially the grammar.My sister is allergic to nuts, so her food is always specially prepared.
Everyone was really angry, especially Shanti.The speech was written specially for the occasion.
You shouldn't smoke, especially if you are pregnant.I don't want to be treated specially.

----
Itulah sedikit ulasan mengenai perbedaan penggunaan specially dan especially yang sanggup saya berikan kepada anda. biar pembahasan wacana perbedaan penggunaan specially dan especially diatas sanggup membantu dan meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya. Thanks.

Thursday, May 24, 2012

Pengertian, Rumus, Dan Teladan Kalimat Conditional Sentence Type 2

Pengertian, Rumus, dan Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 2 – Salah satu kalimat pengandaian yang sering dipakai dalam komunikasi memakai bahasa inggris yakni conditional sentence type 2, atau sering juga disebut dengan istilah second conditional. Selain conditional sentence type 2, ada juga yang disebut dengan istilah conditional sentence type 0, type 3, dan type 1. Setiap type tersebut merupakan kalimat pengandaian semuanya, yang membedakan hanyalah seberapa mungkin pengandaian itu sanggup terjadi.

Sebelumnya saya juga sudah membahas mengenai type 1, kalau anda belum mempelajarinya, silahkan pelajari dahulu biar anda bisa memperbandingkan dengan conditional sentence type 2 yang akan segera kita bahas kali ini.

Pelajari:
Conditional sentence type 1.
Conditional sentence type 3.

Kali ini kita akan membahas type 2, kita akan fokus pada pengertian, rumus, dan beberapa teladan kalimatnya yang akan saya berikan kepada anda, berikut ini pembahasan lengkapnya:

 dan Contoh Kalimat Conditional Sentence Type  Pengertian, Rumus, dan Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 2

Pengertian Conditional Sentence Type 2
Conditional sentence type 2 yakni kalimat pengandaian yang mustahil terjadi dimasa sekarang, atau kemungkinan tersebut sulit untuk terjadi dimasa yang akan datang. Seperti conditional sentence tipe lainnya, conditional sentence type 2 juga terdiri dari kalimat bersyarat (if clause) dan juga main clause, artinya disini harus ada syarat dan nantinya akan ada akibat/hasil dari syarat tersebut.

Contoh:
  • If we lived in Rome, Francesco would visit us. (Jika kita tinggal di Roma, Francesco akan mengunjungi kita) -- If berarti “jika” dengan demikian kenyataannya kita tidak tinggal di Roma, sehingga hal tersebut mustahil terjadi dikala ini.
  • If it rained tomorrow, I would sleep all day. (Jika besok hujan, saya akan tidur sepanjang hari.) -- Pada kenyataannya besok belum tentu hujan, sehingga acara yang akan tiba untuk tidur sepanjang hari akan sulit terjadi.

Rumus Conditional Sentence Type 2
Untuk menyusun sebuah conditional sentence type 2, kau bisa memakai rumus berikut ini:

If + Simple Past Tense, + Past Future Tense
Atau bisa dibalik menjadi menyerupai dibawah ini:
Past Future Tense + If + Simple Past Tense

Rumus diatas bisa diperinci lagi kalau anda bingung, maka rumus akan menjadi menyerupai berikut ini:

If + S + Verb 2, + S + would + Verb 1 (bare Infinitive)
Atau
S + would + Verb 1 (bare Infinitive) + If + S + Verb 2
Contoh:
  • If I knew where she lived, I would go and see her. (Jika saya tahu dimana beliau tinggal, saya akan pergi dan mengunjungi/melihat dia.)
  • I would go and see her if I knew where she lived. (Saya akan pergi dan mengunjungi/melihat dia, kalau saya tahu dimana beliau tinggal.)
  • If Budi studied harder, he would pass the exam. (Jika Budi mencar ilmu lebih giat, beliau akan lulus ujian.)
Advertisement




*Gunakan were untuk semua subjek, termasuk untuk subjek I, he, she, etc. Ini alasannya yakni dalam conditional sentence lebih umum memakai were daripada was (Walaupun kalau memakai was juga tidak bisa disalahkan).

Contoh:
If I were taller, I would buy this dress. (Jika saya lebih tinggi, saya akan membeli gaun ini.)
If I were you, I would not let her go. (Jika saya menjadi kamu, saya tidak akan membiarkannya pergi.)

*Kamu bisa juga memakai could dan might untuk menggantikan penggunaan would ketika anda ingin menyatakan sebuah tingkat kepastian, izin, atau rekomendasi.

Contoh:
He could go to the concert if you gave him your ticket.
If he called me, I couldn't hear.

Lebih Banyak Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 2
Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 2Arti
If I came home earlier, I would prepare dinner.Jika saya pulang lebih awal, saya akan menyiapkan makan malam.
If Tim and Tom were older, they would play in our hockey team.Jika Tim dan Tom lebih tua, mereka akan bermain di tim hoki.
If they had enough money, they would buy a new car.Jika mereka punya cukup uang, mereka akan membeli kendaraan beroda empat baru.
You wouldn't be so tired if you went to bed earlier.Anda tidak akan begitu lelah kalau Anda pergi tidur lebih awal.
If the weather weren't so bad, we would go to the park.Jika cuaca tidak begitu buruk, kita akan pergi ke taman
We might buy a larger house if we had more money.Kita mungkin membeli rumah yang lebih besar kalau kita mempunyai lebih banyak uang.
I would send her an invitation if I found her address.Saya akan mengiriminya permintaan kalau saya menemukan alamatnya.
If I had a lot of money, I wouldn’t stay here.Jika saya punya banyak uang, saya tidak akan tinggal di sini.
If I were you, I would not do this.Jika saya jadi kau, saya tidak akan melaksanakan ini.
If I were rich, my life would change completely.Jika saya kaya, hidup saya akan berubah sepenuhnya.
I would invite all my friends if I had a house by the beach.Saya akan mengundang semua teman-teman saya kalau saya punya rumah di tepi pantai.

Selanjutnya: Soal latihan conditional sentence type 2.
----
Oke, itulah sedikit ulasan ihwal pengertian, rumus, dan teladan kalimat conditional sentence type 2 yang sanggup saya berikan kepada anda. Semoga pembahasan bahan diatas bermanfaat dan menambah pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya. Thanks.

Wednesday, May 23, 2012

Soal Latihan Conditional Sentence Type 1 Dan Jawabannya

Soal Latihan Conditional Sentence Type 1 dan Jawabannya - Conditional sentence type 1 yaitu kalimat pengandaian dimana pengandaian tersebut sangat mungkin terjadi (realistis untuk terjadi) di masa yang akan datang. Conditional sentence type 1 terdiri dari kalimat bersyarat (if clause) dan juga main clause, artinya disini harus ada syarat dan nantinya akan ada akibat/hasil dari syarat tersebut.

Pada bahan sebelumnya, saya sudah memperlihatkan klarifikasi panjang lebar wacana bahan ini, jadi disini tidak akan dijelaskan secara mendalam lagi, saya asumsikan anda sudah mempelajari bahan conditional sentence type 1, dan sekarang saatnya anda mencoba untuk latihan soal conditional sentence type 1 yang akan saya berikan dibawah ini.

Baca lagi: Materi conditional sentence type 1.

Petunjuk Mengerjakan
Soal latihan conditional sentence type 1 yang akan saya berikan ini berjumlah 10 butir soal, semua soal berbentuk pilihan ganda. Untuk menjawab soal nomor 1-6, lengkapilah bab yang kosong dengan pilihan balasan yang paling tepat. Untuk soal nomor 7 dan 10, anda akan disajikan conditional sentence type 2, maka pilihlah apakah conditional sentence type 1 tersebut betul atau salah.

Terdapat dua media soal yang digunakan, yaitu media interaktif dan manual. Jika internet anda lelet sehingga menyebabkan media interaktif sulit ditampilkan, silahkan mengerjakan soal secara manual pada bab bawah artikel. Pastikan juga bahwa javascript telah diaktifkan dan juga browser yang anda gunakan mendukung tampilan blog ini.

 yaitu kalimat pengandaian dimana pengandaian tersebut sangat mungkin terjadi  Soal Latihan Conditional Sentence Type 1 dan Jawabannya

Soal Conditional Sentence Type 1 – Interaktif


Soal Conditional Sentence Type 1 – Manual

1. If Risa … on time, I will be happy.
  • a. Come
  • b. Comes
  • c. Came
Advertisement




2. If Risa has much time, she will … you.
  • a. Help
  • b. Helps
  • c. Helped
3. If you … study hard, you will not pass the test.
  • a. Didn’t
  • b. Doesn’t
  • c. Don’t
4. If the game … good, I will … it.
  • a. Are – play
  • b. Is – plays
  • c. Is – play
5. If I … much money, I will … a new smartphone.
  • a. Has – buy
  • b. Have – buy
  • c. Have – buys
6. If she …. , I won’t be angry.
  • a. Don’t come
  • b. Don’t comes
  • c. Doesn’t come
  • d. Doesn’t comes
7. If I can reach the target, my boss will give me reward.
  • a. Benar
  • b. Salah
8. My boss will give me reward, if I can reach the target.
  • a. Benar
  • b. Salah
9. If I invite you, will you come?
  • a. Benar
  • b. Salah
10. What will you do if you miss the plane?
  • a. Benar
  • c. Salah

Jawaban dan Pembahasan
No Jawaban Penjelasan
1Bkata kerja yang dipakai yaitu verb1, sanggup additional infinitive maupun bare infinitive. Sedangkan subjek risa memakai additional infinitive (akhiran s pada kata kerjanya).
2AKata kerja yang dipakai sehabis kata “will” selalu memakai verb1 bare infinitive (tanpa embel-embel s/es), ini berlaku apapun subjeknya.
3Cingat, sehabis if harus memakai simple present, dan subjek you memakai bare infinitive, jadi memakai do, alasannya yaitu negative maka menjadi don’t (do + not).
4Csubjek the game memakai is, dan sekali lagi sehabis will selalu memakai verb1 bare infinitive (tanpa embel-embel s/es).
5B*Cukup jelas.
6Csubjek she memakai doesn’t (does + not) bukan don’t (do + not). Jangan memakai kata kerja dengan embel-embel s/es (verb1 additional infinitive) jikalau kalimatnya negative, menyerupai pada soal diatas maka tetap memakai come walaupun subjeknya she (yang pada umumnya memakai comes). Won't = will + not.
7A*Cukup jelas
8Bini merupakan kebalikan dari soal nomor 7. Boleh saya kalimatnya dibalik, namun harus tanpa koma (komanya dihilangkan).
9Ajika dalam bentuk interogatif, letakkan will sebelum subjek, dan kata kerja utama yang mengikuti memakai verb1 bare infinitive.
10Aanda boleh menambahkan question word, dan letakkan question word tersebut sebelum will.
----
Oke, itulah beberapa soal latihan conditional sentence type 1 yang sanggup saya berikan kepada anda. supaya soal latihan conditional sentence type 1 diatas sanggup bermanfaat dan membantu meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya. Thanks.

Tuesday, May 22, 2012

Pengertian, Rumus, Dan Pola Kalimat Conditional Sentence Type 3

Pengertian, Rumus, dan Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 3 – Dalam bahasa inggris ada istilah yang disebut dengan conditional sentence, conditional sentence mempunyai banyak type, sebut saja type 0, 1, 2, dan 3, setiap type tersebut berkhasiat yang berbeda-beda tergantung dengan situasi dan kondisi yang terjadi. Perbedaan penggunaan ini terang perlu anda perhatikan, sebab tentu saja cara menyusunnya juga akan berbeda-beda. Sebelumnya saya juga sudah membahas ihwal conditional sentence type 1 dan type 2, nah untuk kali ini giliran type 3 yang akan kita bahas.

Sesuai dengan judul artikel ini, pembahasan kita kali ini akan fokus pada pengertian, rumus, dan juga pola kalimat conditional sentence type 3. Berikut penjelasannya.

Sebelumnya, baca juga:
Conditional sentence type 1.
Conditional sentence type 2.

Pengertian Conditional Sentence Type 3
Pada dasarnya yang dimaksud dengan conditional sentence type 3 yaitu kalimat pengandaian yang tidak mungkin untuk terjadi. Kenapa mustahil? Conditional sentence itu yaitu kalimat bersyarat, ada result/consequence (hasil) dan ada pula conditional (syarat), jadi sebuah pengandaian disebut conditional sentence type 3 jikalau result/consequence nya tidak mungkin terjadi sebab conditional nya wajib telah terpenuhi dimasa lampau.

Contoh kalimat menyerupai ini “Jika saya kemarin hati-hati, saya tidak akan jatuh”. Bagian “jika saya kemarin hati-hati” ini yaitu syarat, sedangkan penggalan “saya tidak akan jatuh” yaitu hasilnya. Pada pola diatas, seseorang mengandaikan tidak akan jatuh, namun pengandaian tersebut jelas-jelas tidak mungkin terjadi, sebab faktanya kemarin memang tidak hati-hati. Karena pengandaian pada type 3 ini tidak mungkin terjadi, maka pengandaian tersebut sama halnya menyerupai sebuah penyesalan seseorang.

 dan Contoh Kalimat Conditional Sentence Type  Pengertian, Rumus, dan Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 3

Rumus Conditional Sentence Type 3
Untuk menyusun sebuah conditional sentence type 3, anda sanggup memakai susunan kata berikut ini:
If + Past Perfect Tense, + S + Would/should/could/might + Have + Verb3 (Past participle)
Atau sanggup dibalik menyerupai ini:
S + Would/should/could/might + Have + Verb3 (Past participle) + If + Past Perfect Tense

Kalau rumus diatas kurang jelas, sanggup diperinci lagi, maka akan menjadi menyerupai berikut ini:
If + S + Had + Verb3, + S + Would/should/could/might + Have + Verb3
Atau sanggup dibalik menyerupai ini:
S + Would/should/could/might + Have + Verb3 + If + S + Had + Verb3

* S yaitu subjek, sanggup I, she, he, they, we, dan lain-lain.
* Jika letak if ditengah maka tidak perlu memakai koma, tapi jikalau letak if diawal maka harus memakai koma.
Advertisement




Contoh kalimat:
  • If I had studied, I would have passed the exams.
  • If I had studied, I could have passed the exams.
  • If I had studied, I might have passed the exams.
  • I would have passed the exams if I had studied.
  • I could have passed the exams if I had studied.
  • I might have passed the exams if I had studied.
Lebih Banyak Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 3
Oke, sehabis anda paham dengan pengertian conditional sentence type 3 dan mengerti bagaimana cara menyusunnya, ada baiknya cermati beberapa pola kalimat conditional sentence type 3 yang saya berikan pada tabel di bawah ini:
Kalimat conditional sentence type 3Arti
If you hadn't lied to me before, I would have believed you.Jika kau tidak berbohong kepadaku sebelumnya, saya akan mempercayaimu.
If I had known you were coming, I would have baked a cake.Jika saya tahu kau datang, saya akan memperabukan kue.
I would have been happy if you had called me on my birthday.Saya akan bahagia jikalau kau menelponku ketika hari ulang tahun ku.
You could have been on time if you had caught the bus.Kamu sanggup sempurna waktu jikalau kau naik/mengejar bus.
I would have bought you a present if I had known it was your birthday.Saya akan membelikan kau hadiah jikalau saya tahu ini hari ulang tahunmu.
If the weather had been nice, they would have played football.Jika cuaca bagus, mereka akan bermain sepakbola.
If the police had come earlier, they would have arrested the burglar.Jika polisi tiba lebih awal, mereka akan menangkap pencurinya.
If you had bought fresh green vegetable, your salad would have tasted better.Jika kau membeli sayuran yang segar, saladmu akan terasa lebih baik/enak.
If he had spoken more slowly, Budi would have understood him.Jika ia berbicara lebih pelan, Budi akan mengerti beliau (apa yang dibicarakan oleh dia).

Selanjutnya: Latihan soal conditional sentence type 3.

Itu saja pola kalimat yang sanggup saya berikan, kini giliran anda untuk mencoba menciptakan sebuah conditional sentence type 3, lalu share kepada saya dan teman-teman lainnya dengan cara menawarkan komentar pada kotak yang telah disediakan dibawah, saya tunggu ya!

Oke, itulah sedikit ulasan ihwal pengertian, rumus, dan pola kalimat conditional sentence type 3 yang sanggup saya berikan kepada anda semuanya. Semoga pembahasan diatas sanggup membantu dan meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda. Thanks.

Monday, May 21, 2012

Pengertian Question Words, Rumus Dan Teladan Kalimatnya Lengkap

Pengertian Question Words, Rumus dan Contoh Kalimatnya Lengkap – Question words sangat sering dipakai dalam berkomunikasi bahasa inggris, question word sering dipakai untuk mengajukan sebuah pertanyaan, membentuk adjective clause, dan sanggup juga untuk membentuk noun clause, alasannya yaitu memang itulah fungsi dari question words. Ada berbagai question words, contohnya what, when, where, why, how, how long, how far, how fast, dan sebagainya. Dan menyerupai yang anda ketahui, setiap question words tersebut mempunyai fungsi dan penggunaan yang berbeda-beda.

Nah, bagi anda yang sedang semangat mempelajari question words, berikut ini saya berikan ulasannya lengkap yang mencakup pengertian, rumus, dan pola kalimatnya.

Pengertian Question Words
Seperti yang sudah saya singgung di atas, question words merupakan kata yang dipakai untuk menanyakan sesuatu, baik waktu, tempat, alasan, cara, orang, benda, dan sebagainya. Selain itu, question words juga sanggup dipakai untuk membentuk adjective clause dan noun clause.

 Question words sangat sering dipakai dalam berkomunikasi bahasa inggris Pengertian Question Words, Rumus dan Contoh Kalimatnya Lengkap

Rumus Question words Untuk Mengajukan Pertanyaan
Untuk mengajukan pertanyaan dengan memakai question words, anda sanggup melakukannya dengan susunan kata sebagai berikut:

Subject question = Who/what + Verb
Non subject question = Question Word + Auxiliary verb + Subject + Ordinary Verb

Subject question artinya untuk menanyakan subject, sedangkan non subject question untuk menanyakan selain subject, sanggup objek, verb, ataupun adverb. Jika ada pertanyaan menyerupai ini “tadi siang kau ke mana” maka menanyakan adverb (keterangan tempat). Berbeda kalau pertanyaan “Apa yang Budi lakukan tadi malam”, maka terang pertanyaan tersebut menanyakan verb (melakukan apa? – kata kerja).
Question WordsUntuk Menanyakan
Who: siapaSubjek (person)
Objek (person) – informal
Whom: siapaObjek (person)
What: apaSubjek (non person)
Objek (non person)
Verb
Whose: milik siapaPossession (kepemilikan)
Which: yang manaChoice (pilihan)
Where: dimana/kemanaPlace (tempat)
When: kapanTime (waktu)
Why: mengapaReason (alasan)
How: bagaimanaManner (cara)
How far: seberapa jauhDistance (jarak)
How fast: seberapa cepatSpeed (kecepatan)
How long: seberapa lamaDuration (durasi)
How often: seberapa seringFrequency (keseringan)
Etc…

Contoh kalimat question words dalam bertanya:
Misalkan ada kalimat menyerupai ini:

Puri has bought a new book in the book store.

Dari kalimat diatas, subjeknya yaitu Puri (nama orang), verbnya has bought, objeknya a new book, dan adverbnya yaitu in the book store. Kita sanggup mengandai-andai pertanyaan-pertanyaan yang sanggup muncul dari kalimat tersebut, menyerupai pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

Who has bought a new book in the book store? – Menanyakan subjek, jawabannya yaitu Puri
What has Puri done in the book store? – Menanyakan verb, jawabannya yaitu bought.
What has Puri bought in the book store? - Menanyakan objek, jawabannya yaitu a new book.
Where has Puri bought a new book? – Menanyakan adverb, jawabannya yaitu in the book store.
Advertisement




Contoh lain:
Agung’s cat bites a beautiful bird.

Pertanyaan yang sanggup dibuat dengan question words adalah:

Whose cat bites a beautiful bird? – Jawabannya yaitu Agung’s cat.
What bites a beautiful bird? – Jawabannya yaitu cat.
What does Agung’s cat do? – Jawabannya yaitu bites (bites a beautiful bird).
How many beautiful birds does Agung’s cat bites? – Jawabannya yaitu a = satu.
Which bird does Agung’s cat bite? – Jawabannya yaitu beautiful (a beautiful bird).
What does Agung’s cat bites? – Jawabannya yaitu a beautiful bird.

Baca selengkapnya: Membentuk pertanyaan (kalimat interogatif).

Rumus Question Words Untuk Membentuk Adjective Clause
Untuk membentuk adjective clause, tidak ada rumus yang niscaya yang sanggup dipakai selalu, alasannya yaitu nanti dikala akan memakai relative pronoun atau relative adverb akan berbeda-beda. Yang pasti, bahwa adjective clause selalu mengikuti noun atau pronoun yang sedang dijelaskan. Nah, yang perlu anda perhatikan sebetulnya yaitu penggunaan relative pronoun dan relative adverb nya, perhatikan tabel di bawah ini:
Relative Function Example
Who Untuk menggantikan subyek orang (I, you, we, they, she, he, Budi (nama orang). Setelah kata who, selalu diikuti oleh verb (kata kerja)The student who studies in EnglishOnline is smart.
Whom Untuk menggantikan obyek (me, you, us, them, her, him, Budi). Setelah kata whom, selalu diikuti oleh subjek.The student whom I teach is Budi.
Whose Untuk menggantikan kepemilikan (my, your, our, their, her, his, its, Budi’s). sehabis kata whose, selalu diikuti oleh noun (kata benda).The student whose car is red is Agus.
Which Sama menyerupai who dan whom, hanya saja which dipakai untuk benda dan atau binatang.Pizza, which most people love is not healthy.
Where Untuk menjelaskan tempat.The building where you stay is large.
When Untuk menjelaskan waktu.The day when you went away is Monday.
Why Untuk menjelaskan alasan.Give me the reason why you study in EngllishOnline.

Baca selengkapnya: Materi adjective clause.

Rumus Question Words Untuk Membentuk Noun Clause
Tidak semua noun clause dibuat dengan memakai question words, noun clause sanggup disusun dengan dua hal, yaitu disusun dengan sebuah statement dan question. Jika sebuah noun clause disusun menurut question, maka akan diawali dengan memakai question word. Dalam hal ini akan dipakai question word dan juga sanggup pula question word tersebut diikuti oleh kata “ever”, menyerupai whatever, whichever, whoever, dan seterusnya.

Contoh kalimat question words dalam noun clause:
  • I don’t know who you are. (Saya tidak tahu siapa anda)
  • I don’t know whoever came to the party. (Aku tidak tahu siapa saja yang tiba ke pesta.)
  • On weekends, we can do whatever we want. (Pada selesai pekan, kita sanggup melaksanakan apapun yang kita inginkan.)
  • Whichever restaurant you pick is fine with me. (Yang mana saja restoran Anda menentukan tak dilema bagi saya.)
  • I wonder how long we should wait here. (Aku ingin tahu berapa usang kita harus menunggu di sini.)
Baca selengkapnya: Materi noun clause.
----
Oke, mungkin hanya itu saja ulasan ihwal pengertian, rumus, dan pola kalimat question words yang sanggup saya berikan kepada anda. biar bahan diatas sanggup membantu dan meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya. Thanks.

Sunday, May 20, 2012

Contoh Soal Conditional Sentence Type 2 Dan Jawabannya

Contoh Soal Conditional Sentence Type 2 dan Jawabannya – Setelah sebelumnya kita telah membahas materi perihal conditional sentence type 2, kini saatnya untuk menguji seberapa jauh pemahaman yang anda dapatkan perihal materi tersebut. Namun sebelum masuk pada pola soalnya, masih ingat kah kalian dengan materinya. Oke sedikit mengulang saja, conditional sentence type 2 yakni kalimat pengandaian yang mustahil terjadi dimasa sekarang, atau kemungkinan tersebut sulit untuk terjadi dimasa yang akan datang.

Seperti conditional sentence tipe lainnya, conditional sentence type 2 juga terdiri dari kalimat bersyarat (if clause) dan juga main clause, artinya disini harus ada syarat dan nantinya akan ada akibat/hasil dari syarat tersebut.

Untuk menyusun sebuah conditional sentence type 2, kau sanggup memakai rumus berikut ini:
If + Simple Past Tense, + Past Future Tense
Atau sanggup dibalik menjadi ibarat dibawah ini:
Past Future Tense + If + Simple Past Tense
Baca selegkapnya: Materi conditional sentence type 2.

 Setelah sebelumnya kita telah membahas materi perihal conditional sentence type  Contoh Soal Conditional Sentence Type 2 dan Jawabannya

Petunjuk Mengerjakan
Oke, pola soal conditional sentence type 2 yang akan aku berikan ini berjumlah 10 butir soal, semuanya berbentuk pilihan ganda. Untuk menuntaskan soal nomor 1-7, isilah bab yang kosong pada soal dengan salah satu pilihan tanggapan yang telah disediakan. Sedangkan untuk soal nomor 8-10, pilih benar atau salah perihal conditional sentence yang diberikan di soal. Untuk medianya, terdapat dua media, yaitu media interaktif dan manual. Jika internet anda lelet sehingga menjadikan media interaktif sulit digunakan, kerjakanlah soal secara manual pada bab bawah.

Soal Conditional Sentence Type 2 – Interaktif


Soal Conditional Sentence Type 2 – Manual

1. If you … harder, you would … the exam.
  • a. Studied – Passed.
  • b. Study – Passed.
  • c. Studied – Pass.
  • d. Study – Pass.
Advertisement




2. If my father … me a new car, I would … happy.
  • a. Bought – Be.
  • b. Bought – Been.
  • c. Buy – Been.
  • d. Buys – Being.
3. If we … good, the coach would … us.
  • a. Was – Chose.
  • b. Were – Chosen.
  • c. Was – Choose.
  • d. Were – Choose.
4. I would go and see her if I … you.
  • a. Was.
  • b. Were.
  • c. Been.
  • d. Being.
5. I would buy a yacht if I … a lot of money.
  • a. Have.
  • b. Has.
  • c. Had.
6. If he … lots of chocolate, he would … bad teeth.
  • a. Eat – Had.
  • b. Ate – Had.
  • c. Ate – Have.
  • d. Eaten – Have.
7. My boss would … very pleased if I finished the job.
  • a. Be.
  • b. Been.
  • c. Was.
  • d. Were.
8. If you had a million dollars, what would did you do?
  • a. Benar.
  • b. Salah.
9. He could go to the concert if you gave him your ticket.
  • a. Benar.
  • b. Salah.
10. If the police had come earlier, they would have arrested the burglar.
  • a. Benar.
  • b. Salah.
Jawaban dan Pembahasan
No Jawaban Penjelasan
1CRumus yang dipakai untuk membentuk conditional sentence yakni ibarat yang tertera diatas, atau sanggup diperinci lagi menjadi If + S + Verb 2, + S + would + Verb 1 (bare Infinitive) atau sanggup dibalik menjadi S + would + Verb 1 (bare Infinitive) + If + S + Verb 2. Kaprikornus bab “syaratnya” memakai verb2, sedangkan “hasil/akibat” memakai verb1 bare infinitive.
2ACukup jelas. Perhatikan kembali klarifikasi soal nomor satu sebelumnya.
3DCukup jelas. Hanya saja, perhatikan penggunaan kata kerja yang perubahannya tidak beraturan, ibarat choose (verb1), chose (verb2), dan chosen (verb3), alasannya yakni hal tersebut sanggup menjadikan kebingungan.
4BGunakan were untuk semua subjek, termasuk untuk subjek I, he, she, etc. Ini alasannya yakni dalam conditional sentence lebih umum memakai were daripada was.
5CCukup jelas. Had merupakan bentuk lampau dari have.
6CMenggunakan ate alasannya yakni ate merupakan verb2 dari kata kerja eat, sedangkan eaten merupakan verb3 dari eat. Penggunaan have sudah cukup jelas.
7ACukup jelas. Ingat, hasil/akibat selalu memakai verb1 bare infinitive, sehingga memakai be.
8BConditional sentence di atas yakni salah. Jika ingin membentuk kalimat interogatif dalam conditional sentence, sebagai pola anda sanggup menyusunnya ibarat ini “If you had a million dollars, what would you do?. Kaprikornus yang menciptakan salah yakni keberadaan kata did.
9AConditional sentence di atas yakni benar. Anda sanggup memakai could sebagai ganti would untuk menyatakan sebuah permintaan/permohonan/izin.
10BSalah alasannya yakni conditional sentence di atas yakni type 3. Jika ingin diubah menjadi type 2, maka akan menjadi ibarat ini “If the police came earlier, they would arrest the burglar.”.
Selanjutnya, pelajari: Materi conditional sentence type 3.
----
Oke, itulah pola soal conditional sentence type 2 yang sanggup aku berikan kepada anda. Semoga pola soal conditional sentence type 2 di atas sanggup membantu dan menambah pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya. Thanks.

Saturday, May 19, 2012

Perbedaan “Listen” Dan “Hear” Beserta Pola Kalimatnya

Perbedaan “Listen” dan “Hear” Beserta Contoh Kalimatnya – Banyak sekali kata-kata yang membingungkan dalam komunikasi memakai bahasa inggris. Kata-kata tersebut kadang mempunyai letter yang seolah-olah namun makna dan penggunaan yang berbeda-beda, ada pula kata-kata yang letternya berbeda namun artinya sama walaupun makna dan penggunaannya berbeda-beda pula. Jelas saja hal ini akan menjadikan kebingungan, dan tak jarang para pemula sering tersesat salah memakai kata-kata tersebut. Dan salah satu kata tersebut yakni listen dan hear, kedua kata ini memang mempunyai goresan pena yang tidak mirip, namun arti dan maknanya sama yaitu “dengar atau mendengarkan”. Tapi jangan salah, terperinci kata listen dan hear tersebut mempunyai penggunaan yang berbeda.

Nah, apakah kira-kira perbedaan penggunaan listen dan hear tersebut? Oke, bagi anda yang ingin mengetahuinya, berikut ini ulasan lengkapnya.

Penggunaan Hear
Pada dasarnya kata hear sanggup anda gunakan dikala anda mendengar atau mendengarkan sesuatu yang tidak disengaja, artinya disini tidak ada rencana atau tidak ada perjuangan untuk mendengar sesuatu tersebut alasannya memang sesuatu tersebut “terdengar oleh anda” secara tidak disangka-sangka. Dan penggunaan hear ini juga berarti bahwa anda mendengar/mendengarkan sesuatu yang anda mau ataupun yang tidak anda mau, alasannya memang anda tidak sanggup mengatur sesuatu hal yang tidak disangka, benar bukan?

Contoh:
  • Can you hear the birds singing in the garden?
  • I think I heard someone laughing in the apartment next door.
  • I didn’t hear what you said, sorry.
  • I heard a strange noise coming from your kitchen.
*Hear merupakan verb1, untuk verb2 dan verb3 yakni heard. Selain itu, hear sanggup difungsikan sebagai transitive verb dan juga intransitive verb.

Baca: Materi transitive dan intransitive verb.
kata yang membingungkan dalam komunikasi memakai bahasa inggris Perbedaan “Listen” dan “Hear” Beserta Contoh Kalimatnya

Penggunaan Listen
Untuk penggunaan kata listen sendiri merupakan kebalikan dari hear, listen sanggup anda gunakan dikala anda dengan sengaja berusaha untuk mendengar sesuatu, artinya disini ada pementingan bahwa anda ingin “memperhatikan dengan seksama” apa yang anda dengar tersebut. Selain itu, listen juga sanggup anda gunakan untuk menyuruh seseorang untuk mendengarkan sesuatu, misalkan “hey, listen to me”.

Contoh:
  • The doctor is listening carefully to the boy's heart!
  • Please listen to the tour guide very carefully.
  • He listens to the news on the radio every morning.
  • If you listen really hard to what his body tells you, you can save him.
*Listen merupakan verb1, untuk verb2 dan verb3 yakni listened. Selain itu, listen hanya difungsikan sebagai intransitive verb, bukan transitive verb.
Advertisement




Lebih Banyak Contoh Kalimat Listen dan Hear
Setelah anda paham perbedaan penggunaan listen dan hear, maka perhatikan beberapa pola kalimat listen dan hear berikut ini.
Contoh kalimatArti
Contoh kalimat hear:
I heard a really interesting news story on the radio this morning.Saya mendengar gosip yang sangat menarik di radio pagi ini.
I heard the telephone ring, but I didn't answer in time.Saya mendengar teleponnya berdering, tapi saya tidak sempat menjawabnya.
We heard a terrible noise when the cars crashed in front of our house.Kami mendengar bunyi mengerikan dikala kendaraan beroda empat bertabrakan di depan rumah kami.
I can’t hear anything.Saya tidak sanggup mendengar apapun.
Did you hear the circus is coming to town?Apakah Anda mendengar sirkus tiba ke kota?
I'm glad to hear that.Saya bahagia mendengarnya.
I don't want him to hear you two fighting in the background.Saya tidak mau beliau mendengar kalian bertengkar dibelakangnya.
Oh God, you ought to hear him moaning in his sleep!Ya Tuhan, kau harus mendengar beliau mengerang dalam tidurnya.
They usually run when they hear you coming.Mereka biasanya lari/pergi dikala mereka mendengar kau datang.
We can't remember all that we hear.Kita tidak sanggup mengingat semua yang kita dengar.
Contoh kalimat listen:
She likes to listen to the radio while she is at work.Dia suka mendengarkan radio sementara beliau sedang bekerja.
Turn on the radio, please. I’d like to listen to the news.Tolong hidupkan radionya, saya ingin mendengarkan berita.
You’ll get in trouble if you don’t listen to your teacher.Anda akan menerima dilema bila Anda tidak mendengarkan guru Anda.
Everybody listened carefully to the old man’s story.Semua orang mendengarkan dengan seksama kisah orang bau tanah itu.
Just listen to what he has to say.Dengarkan saja apa yang beliau katakan.
Anggi would never listen to him.Anggi tidak akan pernah mendengarkan dia.
If I were you, I'd listen to her.Jika saya jadi kamu, saya akan mendengarkan dia.
You'd better listen more carefully!Anda sebaiknya mendengar dengan lebih seksama.
Maybe he'd rather listen than talk.Mungkin beliau lebih suka mendengarkan daripada berbicara.
Selanjutnya: Materi Causative Verb.
----
Oke, itulah sedikit ulasan wacana perbedaan penggunaan listen dan hear yang sanggup saya berikan kepada anda. Semoga pembahasan bahan di atas sanggup membantu dan meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya. Thanks.