Showing posts with label Ordinary Verbs. Show all posts
Showing posts with label Ordinary Verbs. Show all posts

Friday, December 20, 2019

Perbedaan Study Dan Learn Dalam Bahasa Inggris

Perbedaan Study dan Learn Dalam Bahasa Inggris – Tentu anda sudah sering sekali mendengar, berbicara, atau menulis memakai kata study atau learn. Disadari atau tidak, bahwasanya makna yang terkandung dari kedua kata tersebut yaitu berbeda, walaupun artinya sama-sama “belajar”. Perbedaan makna ini terletak pada fungsi penggunaannya, sudah terperinci bahwa kata study dan learn ini bukanlah sinonim (yang bermakna sama) yang bisa saling menggantikan, bahkan antonimnya pun bukan. Ketika anda salah dalam penggunakan salah satu kata diatas maka hal bahwasanya yang ingin anda ungkapkan tidak akan sesuai dengan yang anda harapkan. Begitu juga sebaliknya, mungkin anda akan salah dalam memaknai apa yang disampaikan oleh lawan bicara.

Penggunaan Kata Study
Kita mulai ulasan penggunaan dari kata study terlebih dahulu. Kata study mempunyai arti “belajar”, namun berguru yang dimaksud disini yaitu berguru sesuatu secara teoritik. Contoh, Budi ingin berguru memakai computer, beliau pun membeli buku-buku yang berkaitan dengan computer untuk dibaca, beliau membaca dan mempelajari banyak hal, ibarat bagaimana menghidupkan computer, mematikan computer, fungsi-fungsi tombol, dan banyak hal, beliau pun selalu mengingat dan menghafal apa yang sudah dipelajarinya tersebut. Apa yang dilakukan oleh Budi ini yaitu study.

Baca juga: Perbedaan penggunaan everyone dan every one.

Penggunaan Kata Learn
Jika apa yang dimaksud dengan study yaitu berguru secara teoritik, maka learn yaitu berguru dengan praktik langsung, learn mempunyai makna bahwa berguru yang dilakukan oleh seseorang yaitu berguru yang akan eksklusif mendapat kemampuan terhadap apa yang dipelajarinya. Contoh, ibarat halnya Budi, Roni juga ingin berguru memakai computer, untuk mencapai keinginannya beliau pun meminjam computer milik kakaknya. Kemudian Roni mengotak-atik mencoba menghidupkan computer tersebut, sehabis computer sanggup beliau hidupkan, Roni pun mencoba-coba hal-hal lainnya, ibarat bagaimana menciptakan folder, menyimpan file, membuka aplikasi, dan mencoba mempelajari banyak hal lainnya. Apa yang dilakukan oleh Roni ini yaitu learn.

Perbedaan Study dan Learn Dalam Bahasa Inggris Perbedaan Study dan Learn Dalam Bahasa Inggris
Perbedaan cara berguru antara Roni dan Budi diatas sangat berbeda, kalau di Indonesia memang penyebutannya sama-sama belajar, tapi di dalam bahasa inggris tentu berbeda. Jika anda menyampaikan bahwa Budi learn, lawan bicara anda akan salah memaknai. Begitu juga bila anda bilang bahwa Roni study, lawan bicara juga akan salah memaknai.

Nah, kini saya ingin bertanya kepada anda, untuk menyatakan kegiatan yang sedang anda lakukan ketika ini, kata apa yang sempurna untuk digunakan? Studying (study) atau learning (learn)? Keterlaluan kalau masih bingung, hahaha.
---
Yosh, mungkin hanya itu saja ulasan perbedaan study dan learn dalam bahasa inggris yang sanggup saya berikan. Semoga ulasan perbedaan study dan learn diatas sanggup menambah pemahaman dan wawasan anda semuanya.

Sunday, May 27, 2012

Pengertian Dan Teladan Kalimat Ordinary Verbs

Pengertian dan Contoh Kalimat Ordinary Verbs – Penggolongan kata kerja (verbs) memang bermacam-macam, beberapa diantaranya menyerupai primary auxiliary verbs, modal auxiliary verbs, dan juga ordinary verbs. Setiap macam verbs tersebut terperinci mempunyai fungsi dan penggunaan yang berbeda-beda, jadi masuk akal jikalau anda menemukan penggunaan kata kerja yang bervariasi dalam berkomunikasi memakai bahasa inggris, bahkan kadang akan membingungkan jikalau anda belum memahaminya. Oleh alasannya itu, untuk menghindari kebingungan dan ketidakpahaman, maka ada baiknya anda memahami semua materi yang berkaitan dengan kata kerja.

Sebelumnya saya juga sudah membahas materi yang serupa dengan materi ini, diantaranya primary auxiliary verbs dan juga modal auxiliary verb, jikalau anda belum mempelajarinya, silahkan pelajari juga materi tersebut.

Baca:
Materi primary auxiliary verbs.
Materi modal auxiliary verbs.

Nah, untuk pembahasan kali ini, sesuai dengan judulnya kita akan mengulas perihal ordinary verbs, khususnya pengertian ordinary verbs dan juga beberapa pola kalimat ordinary verbs. Berikut pembahasannya:
Pengertian dan Contoh Kalimat Ordinary Verbs Pengertian dan Contoh Kalimat Ordinary Verbs
Pengertian Ordinary Verbs
Pada dasarnya yang dimaksud dengan ordinary verbs ialah kata kerja utama atau kata kerja pokok yang dipakai dalam suatu kalimat untuk menandakan apa yang dilakukan oleh subjek. Kata kerja utama (ordinary Verbs) ini sanggup bangkit sendiri ataupun sanggup diperjelas dengan kata kerja bantu. Ordinary verbs juga ada berbagai jumlahnya, jauh lebih banyak dari primary auxiliary verbs dan modal auxiliary verbs. Beberapa pola dari ordinary verbs diantaranya seperti: study, read, write, speak, watch, take, buy, bring.

Sedangkan pola kata kerja bantu (primary auxiliary verbs dan modal auxiliary verbs) sanggup berupa:
Is, am, are, was, were, have, has, had, do, does, did, done, etc… (primary auxiliary verbs).
Will, shall, would, should, must, may, might, etc… (modal auxiliary verbs).

Ordinary verbs sanggup dipakai tanpa adanya kata kerja bantu maupun dengan memakai kata kerja bantu, misalnya menyerupai ini:
  • Andika speaks English well.
  • They study English at HomeEnglish.
  • He kicked the ball.
Dilihat dari pola diatas, terlihat bahwa ordinary verbs bangkit tanpa adanya kata kerja bantu. Dan penggunaan kata kerja utama (ordinary verbs) ini tidak peduli apakah mau ada tanbahan s/es, atau ed sekalipun, tetap saja akan disebut ordinary verbs.
Advertisement




Sedangkan untuk ordinary verb yang memakai kata kerja bantu, misalnya menyerupai ini:
  • They will study English at HomeEnglish.
  • They have studied English at HomeEnglish.
  • He was attending a party.
  • All ministers had arrived at the presidential palace.
Kata-kata menyerupai will, have, was, dan had ini merupakan kata kerja bantu, sedangkan study, studied, attending (attend), arrived ialah kata kerja utama (ordinary verbs).

Kata Kerja Bantu Bisa Berubah Menjadi Ordinary Verb
Dalam beberapa kasus, kata kerja bantu juga sanggup menjelma ordinary verbs. Ingat, semua kalimat niscaya membutuhkan kata kerja. Contohnya menyerupai ini:
  • She is very beautiful.
  • I am Indonesian.
  • They have much money today.
  • I was busy last night.
Is, am, have, dan was ini awalnya merupakan kata kerja bantu, namun dalam kalimat-kalimat diatas berperan sebagai kata kerja utama. Karena sebuah kalimat niscaya memerlukan kata kerja, sedangkan kata kerja bantu tidak sanggup bangkit sendiri, maka kata kerja bantu yang dipakai tersebut secara otomatis akan menjelma kata kerja utama, dan sudah tidak sanggup lagi dianggap sebagai kata kerja bantu.

Lebih Banyak Contoh Kalimat Ordinary Verbs
Contoh kalimatArti
They did not study English yesterday.Mereka tidak berguru bahasa inggris kemarin.
He buys me a book.Dia membelikan saya sebuah buku.
Dea sent me a parcel.Dea mengirimi saya parsel.
Risa always comes on time.Risa selalu tiba sempurna waktu.
I usually read some books in the morning.Saya biasanya membaca beberapa buku di pagi hari.
We have lived in Yogyakarta since 2005.Kami sudah tinggal di Yogyakarta semenjak 2005.
My family moved to Jakarta in 2010.Keluarga saya pindah ke Jakarta pada tahun 2010.
I met Budi when he was attending a party.Saya bertemu Budi dikala di sedang menghadiri sebuah pesta.
She went to Ambarukmo Plaza after she had finished her homework.Dia pergi ke Plaza Ambarukmo sesudah ia menuntaskan PRnya.
Shanti was watching TV when somebody knocked the door yesterday.Shanti sedang menonton TV dikala seseorang mengetuk pintu kemarin.
Don’t call me at 10 tomorrow morning, I will be doing my test at that time tomorrow.Jangan telepon saya pada jam 10 besok, saya akan sedang melaksanakan test pada waktu itu besok.
Didi looks handsome.Didi terlihat tampan.
They are very naughty.Mereka sangat nakal.
Lia can speak Arabic well.Lia sanggup bicara bahasa arab dengan baik.
I am called by Tria every day.Saya ditelepon oleh Tria setiap hari.
----
Oke, itulah sedikit ulasan perihal pengertian dan pola kalimat ordinary verbs yang sanggup saya berikan kepada anda. Semoga ulasan perihal ordinary verbs diatas sanggup membantu dan meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya, thanks.

Saturday, May 19, 2012

Perbedaan “Listen” Dan “Hear” Beserta Pola Kalimatnya

Perbedaan “Listen” dan “Hear” Beserta Contoh Kalimatnya – Banyak sekali kata-kata yang membingungkan dalam komunikasi memakai bahasa inggris. Kata-kata tersebut kadang mempunyai letter yang seolah-olah namun makna dan penggunaan yang berbeda-beda, ada pula kata-kata yang letternya berbeda namun artinya sama walaupun makna dan penggunaannya berbeda-beda pula. Jelas saja hal ini akan menjadikan kebingungan, dan tak jarang para pemula sering tersesat salah memakai kata-kata tersebut. Dan salah satu kata tersebut yakni listen dan hear, kedua kata ini memang mempunyai goresan pena yang tidak mirip, namun arti dan maknanya sama yaitu “dengar atau mendengarkan”. Tapi jangan salah, terperinci kata listen dan hear tersebut mempunyai penggunaan yang berbeda.

Nah, apakah kira-kira perbedaan penggunaan listen dan hear tersebut? Oke, bagi anda yang ingin mengetahuinya, berikut ini ulasan lengkapnya.

Penggunaan Hear
Pada dasarnya kata hear sanggup anda gunakan dikala anda mendengar atau mendengarkan sesuatu yang tidak disengaja, artinya disini tidak ada rencana atau tidak ada perjuangan untuk mendengar sesuatu tersebut alasannya memang sesuatu tersebut “terdengar oleh anda” secara tidak disangka-sangka. Dan penggunaan hear ini juga berarti bahwa anda mendengar/mendengarkan sesuatu yang anda mau ataupun yang tidak anda mau, alasannya memang anda tidak sanggup mengatur sesuatu hal yang tidak disangka, benar bukan?

Contoh:
  • Can you hear the birds singing in the garden?
  • I think I heard someone laughing in the apartment next door.
  • I didn’t hear what you said, sorry.
  • I heard a strange noise coming from your kitchen.
*Hear merupakan verb1, untuk verb2 dan verb3 yakni heard. Selain itu, hear sanggup difungsikan sebagai transitive verb dan juga intransitive verb.

Baca: Materi transitive dan intransitive verb.
kata yang membingungkan dalam komunikasi memakai bahasa inggris Perbedaan “Listen” dan “Hear” Beserta Contoh Kalimatnya

Penggunaan Listen
Untuk penggunaan kata listen sendiri merupakan kebalikan dari hear, listen sanggup anda gunakan dikala anda dengan sengaja berusaha untuk mendengar sesuatu, artinya disini ada pementingan bahwa anda ingin “memperhatikan dengan seksama” apa yang anda dengar tersebut. Selain itu, listen juga sanggup anda gunakan untuk menyuruh seseorang untuk mendengarkan sesuatu, misalkan “hey, listen to me”.

Contoh:
  • The doctor is listening carefully to the boy's heart!
  • Please listen to the tour guide very carefully.
  • He listens to the news on the radio every morning.
  • If you listen really hard to what his body tells you, you can save him.
*Listen merupakan verb1, untuk verb2 dan verb3 yakni listened. Selain itu, listen hanya difungsikan sebagai intransitive verb, bukan transitive verb.
Advertisement




Lebih Banyak Contoh Kalimat Listen dan Hear
Setelah anda paham perbedaan penggunaan listen dan hear, maka perhatikan beberapa pola kalimat listen dan hear berikut ini.
Contoh kalimatArti
Contoh kalimat hear:
I heard a really interesting news story on the radio this morning.Saya mendengar gosip yang sangat menarik di radio pagi ini.
I heard the telephone ring, but I didn't answer in time.Saya mendengar teleponnya berdering, tapi saya tidak sempat menjawabnya.
We heard a terrible noise when the cars crashed in front of our house.Kami mendengar bunyi mengerikan dikala kendaraan beroda empat bertabrakan di depan rumah kami.
I can’t hear anything.Saya tidak sanggup mendengar apapun.
Did you hear the circus is coming to town?Apakah Anda mendengar sirkus tiba ke kota?
I'm glad to hear that.Saya bahagia mendengarnya.
I don't want him to hear you two fighting in the background.Saya tidak mau beliau mendengar kalian bertengkar dibelakangnya.
Oh God, you ought to hear him moaning in his sleep!Ya Tuhan, kau harus mendengar beliau mengerang dalam tidurnya.
They usually run when they hear you coming.Mereka biasanya lari/pergi dikala mereka mendengar kau datang.
We can't remember all that we hear.Kita tidak sanggup mengingat semua yang kita dengar.
Contoh kalimat listen:
She likes to listen to the radio while she is at work.Dia suka mendengarkan radio sementara beliau sedang bekerja.
Turn on the radio, please. I’d like to listen to the news.Tolong hidupkan radionya, saya ingin mendengarkan berita.
You’ll get in trouble if you don’t listen to your teacher.Anda akan menerima dilema bila Anda tidak mendengarkan guru Anda.
Everybody listened carefully to the old man’s story.Semua orang mendengarkan dengan seksama kisah orang bau tanah itu.
Just listen to what he has to say.Dengarkan saja apa yang beliau katakan.
Anggi would never listen to him.Anggi tidak akan pernah mendengarkan dia.
If I were you, I'd listen to her.Jika saya jadi kamu, saya akan mendengarkan dia.
You'd better listen more carefully!Anda sebaiknya mendengar dengan lebih seksama.
Maybe he'd rather listen than talk.Mungkin beliau lebih suka mendengarkan daripada berbicara.
Selanjutnya: Materi Causative Verb.
----
Oke, itulah sedikit ulasan wacana perbedaan penggunaan listen dan hear yang sanggup saya berikan kepada anda. Semoga pembahasan bahan di atas sanggup membantu dan meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya. Thanks.

Sunday, April 29, 2012

Perbedaan Penggunaan Start Dan Begin Disertai Contohnya

Perbedaan Penggunaan Start dan Begin Disertai Contohnya – Masalah bahasa terkadang memang rada membingungkan, punya arti yang mirip, tapi kita galau menggunakannya? Mana yang paling sempurna digunakan? Enggak hanya terjadi di Bahasa Indonesia saja, tapi di semua bahasa yang ada di dunia ini. Masih mending kalau bahasa Indonesia yang merupakan bahasa kita sendiri, tapi gimana kalau bahasa asing, mikir dulu boss. Khususnya di bahasa inggris ini, begitu banyak kata-kata yang ibarat namun penggunaannya sanggup sangat berbeda, kalau kita salah menggunakannya sudah tentu ucapan kita akan terdengar gila oleh orang lain.

Dalam bahasa inggris, salah satu kata yang cukup membingungkan penggunaannya yakni start dan begin. Secara goresan pena memang gampang dibedakan, tapi secara makna dan arti, kedua kata tersebut mempunyai kesamaan yang sulit dibedakan.

Seperti yang sudah kita ketahui, start dan begin sanggup dimaknai dengan arti yang sama yaitu “mulai”. Pertanyaannya kan, kita mau memakai start atau begin? Bisa saling menggantikan enggak? Kondisi yang ibarat apa kita harus memakai start dan begin? Ada banyak hal yang memang harus kita perhatikan sebelum tetapkan memakai salah satunya, sederhana memang tapi effectnya sanggup cukup besar lho, kita enggak maukan ucapan kita terdengar aneh, lucu, salah tata bahasa?

Tapi jangan khawatir kalau kau belum tahu perbedaan penggunaan start dan begin tersebut, di sini aku akan mencoba menjelaskannya kepada kalian. Saya yakin sehabis membaca ulasan di bawah, kalian akan paham perbedaan kedua kata tersebut. Berikut klarifikasi disertai contohnya:

Sebelumnya, baca juga: Perbedaan study dan learn.

Perbedaan Penggunaan Start dan Begin Disertai Contohnya Perbedaan Penggunaan Start dan Begin Disertai Contohnya

Penggunaan Khusus Kata Start
Secara khusus, kata start harus dipakai dan tidak sanggup memakai kata begin, dan inilah perbedaan yang mencolok dari kedua kata tersebut. Start wajib dipakai dikala kau ingin mengungkapkan mengenai sesuatu untuk “menghidupkan/menjalankan mesin (machine), memulai perjuangan (business) atau perjalanan (journey)”.

Sebagai contoh:
  • Press this button to start the printer. (Tekan tombol ini untuk memulai/menjalankan printer.) – Akan jadi kalimat yang tidak sempurna kalau kau memakai begin untuk mengganti kata start pada kalimat ini.
  • The lawnmower won’t start. (Mesin pemotong rumputnya tidak mau jalan/mulai.)
  • She started a new restaurant. (Dia memulai/menjalankan restoran baru.)
  • I think we ought to start at six, while the roads are empty. (Saya pikir kita harus mulai dari jam enam, sementara jalan kosong.)
Advertisement




Ingat penggunaan khusus kata start di atas, sebab hanya itu yang membedakan penggunaan antara start dan begin. Dalam kondisi dan situasi lainnya, kau boleh memakai start atau begin sesuai dengan selera kamu, artinya start dan begin sanggup saling menggantikan pada kondisi dan situasi lainnya.

Sebagai contoh:
  • It’s starting to rain. (Mulai turun hujan.)
  • It’s beginning to rain. (Mulai turun hujan.)
  • When Dinda heard the news, she started to cry. (Ketika Dinda mendengar gosip itu, beliau mulai menangis.)
  • When Dinda heard the news, she began to cry. (Ketika Dinda mendengar gosip itu, beliau mulai menangis.)
  • The movie starts at 7:00. (Filmnya dimulai pada jam 7.)
  • The movie begins at 7:00. (Filmnya dimulai pada jam 7.)
Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Start dan Begin
Dalam komunikasi memakai bahasa inggris, begin lebih formal kalau dibandingkan dengan kata start (dalam hal umum yang sanggup saling menggantikan), apalagi pada written English maka sangat dianjurkan memakai kata begin.

Begin merupakan irregular verb (Tak beraturan), jadi berhati-hatilah pada perubahan past tense (verb2) dan past participle nya (verb3), sedangkan start merupakan regular verb (Beraturan). Coba lihat tabel di bawah ini:
Bare infinitive (verb1)Additional infinitive (verb1+ s/es)Past tense (verb2)Past participle (verb3)
BeginBeginsBeganBegun
StartStartsStartedStarted
Selanjutnya: Perbedaan especially dan specially.

Oke ya, di atas yakni klarifikasi mengenai perbedaan penggunaan start dan begin. Semoga ulasan di atas bermanfaat. Thanks.

Friday, April 20, 2012

Perbedaan Penggunaan Search, Look For, Seek Dalam Bahasa Inggris

Perbedaan Penggunaan Search, Look For, Seek Dalam Bahasa Inggris – Confusing Words kali ini memang bener-bener bikin pusing guys, perbedaannya tipis banget, dapat dibilang yang membedakan antara search, look for, dan seek yaitu selera masing-masing langsung dalam mempresentasikan apa yang diucapkannya, atau menurut “kebiasaan” dan “ketidakbiasaan”. Tapi jangan lantas seenaknya dalam penggunaannya, secara umum dikuasai orang membedakan confusing words di atas kedalam beberapa point, nah point tersebutlah yang akan saya bahas.

Ada beberapa point yang sering dipakai oleh orang-orang dalam membedakan penggunaan search, look for, dan seek, tapi terperinci point tersebut tidak baku, kadang antara search, look for, dan seek dapat saling menggantikan. Namun setidaknya, point tersebut dapat dipakai sebagai dasar dalam membedakannya.

Lalu, point apa sajakah itu? Untuk mengetahuinya, silahkan simak pembahasan perihal perbedaan penggunaan search, look for, dan seek berikut ini:

Sebelumnya, baca juga: Perbedaan penggunaan “To” dan “For”.

 dapat dibilang yang membedakan antara search Perbedaan Penggunaan Search, Look For, Seek Dalam Bahasa Inggris

Penggunaan Search
Verb search ini lebih sering dipakai untuk non fisik, atau saat keadaan pencarian dilakukan secara mendetail. Kalau kau mencari gosip di dunia maya, sering memakai kata ini daripada kata lainnya. Kata kerja search ini juga tidak formal, jadi dapat kau gunakan untuk situasi santai dan tidak resmi.

Contoh kalimat penggunaan search:
  • I knew where to search it. (Aku tahu di mana untuk mencari itu.)
  • I've searched everywhere. (Aku telah mencari di mana-mana.)
  • Tom is searching for something. (Tom sedang mencari sesuatu.)
  • They went in search of happiness. (Mereka pergi mencari kebahagiaan.)
  • They all searched for the lost child. (Mereka semua mencari anak yang hilang.)
  • He came to Tokyo in search of employment. (Dia tiba ke Tokyo untuk mencari pekerjaan.)
  • The police searched the premises thoroughly. (Polisi menggeledah kawasan secara menyeluruh.)
  • We're searching for a solution to the problem. (Kami sedang mencari solusi untuk problem ini.)
  • I searched for a book with many pictures. (Aku mencari buku dengan banyak gambar.)
Penggunaan Look For
Kalau search tadi lebih sering dipakai untuk mencari non-fisik, lain dengan look for yang lebih sering dipakai untuk mencari hal yang mempunyai bentuk fisik. Ingat ya, cuman “lebih sering” bukan berarti tidak bisa. Selain itu, look for juga dapat kau pakai untuk mencari sesuatu yang benar-benar kau butuhkan atau wajib kau cari.
Advertisement




Contoh kalimat penggunaan look for:
  • I’m looking for David. (Saya sedang mencari David.)
  • Are you looking for a job in Jakarta? (Apakah kau sedang mencari pekerjaan di Jakarta?)
  • She looks for her book. (Dia mencari bukunya.)
  • They look for a cup of milk. (Mereka mencari segelas susu.)
  •  We look for good book to read. (Kita mencari buku yang manis untuk dibaca.)
  • I have to look for a new girlfriend. (Saya harus mencari pacar baru.)
  • It’s time for you to look for a new job. (Ini waktunya kau untuk mencari pekerjaan baru.)
  • They look for people with an entrepreneurial spirit. (Mereka mencari orang-orang dengan semangat kewirausahaan.)
Penggunaan Seek
Seek merupakan bentuk formal dari kedua kata kerja di atas, search dan look for. Makara kau dapat memakai kata ini untuk menggantikan penggunaan search dan look for saat komunikasi harus dilakukan dengan formal. Kalau cuman bicara dengan teman, kerabat, dan keluarga, seek terasa kaku dan kurang cocok walaupun tetap dapat digunakan. Lebih sempurna kau gunakan untuk orang tidak dikenal atau gres dikenal, aktivitas akademis, kerja, surat resmi, dan lain-lain.

Contoh kalimat penggunaan seek:
  • Refugees in Africa are seeking help. (Pengungsi di Afrika sedang mencari bantuan.)
  • It might be worthwhile to seek advice from your doctor. (Mungkin ada baiknya untuk mencari saran dari dokter Anda.)
  • He is seeking employment. (Dia sedang mencari pekerjaan.)
  • The Chinese migrants came to this country to seek a better life. (Para migran China tiba ke negara ini untuk mencari kehidupan yang lebih baik.)
  • The duty of the prosecutor is to seek justice. (Tugas jaksa yaitu untuk mencari keadilan.)
  • I will never again seek my own pleasure. (Aku tidak akan pernah lagi mencari kesenanganku sendiri.)
Selanjutnya: Perbedaan much, many, a lot of.
----
Oke ya, itulah ulasan perihal perbedaan penggunaan search, look for, dan seek dalam bahasa inggris. Semoga ulasan di atas membantu dan bermanfaat untuk kalian semuanya. Sampai jumpa dan salam sukses, thanks. Jangan lupa share artikel ini agar banyak yang terbantu pula.

Thursday, April 19, 2012

Perbedaan Penggunaan Shop Dan Store Dalam Bahasa Inggris

Perbedaan Penggunaan Shop dan Store Dalam Bahasa Inggris – Halo sobat ENGLISHONLINE, apa kabar? Semoga baik-baik saja ya, dan tetap semangat dalam berguru bahasa inggris. Oke, kali ini materi yang akan kita bahas yaitu perbedaan penggunaan shop dan store, kalian sendiri niscaya sudah pernah membaca atau memakai kedua kata tersebut, tapi apa kalian sudah tahu bedanya shop dan store?

Kedua kata ini dipakai pada dua hal yang cukup perbeda lho ya, jadi cukup penting untuk dipelajari biar komunikasi yang kalian bangkit menjadi lebih terperinci dan tepat. Memang shop dan store sama-sama bisa diartikan sebagai “toko”, tapi penggunaan shop dan store mengatakan karakteristik toko yang berbeda. Nah inilah yang wajib kau pelajari, huruf toko menyerupai apa yang disebut shop, dan huruf yang menyerupai apa pula yang disebut store.

Selain sebagai noun (kata benda) yang artinya toko, shop dan store juga sanggup difungsikan sebagai verb (kata kerja) yang artinya bisa jauh dari menyerupai antar keduanya. Nah, biar gak bingung, pribadi saja ya masuk pada inti pembahasan, di bawah ini pembahasan lengkapnya, dan biar lebih terperinci lagi maka akan saya sertai dengan pola kalimatnya:

Sebelumnya, baca juga: Bedanya search, look for, dan seek.

Perbedaan Penggunaan Shop dan Store Dalam Bahasa Inggris Perbedaan Penggunaan Shop dan Store Dalam Bahasa Inggris

Penggunaan Shop
Sebagai noun, shop diartikan sebagai toko, karakteristik toko yang dimaksud yaitu toko dengan skala yang kecil, atau toko yang hanya menjual beberapa jenis produk saja, misalnya yaitu toko roti, toko besi, toko elektronik, konter pulsa/hp, dan sebagainya. Gimana dengan warung-warung di pedesaan yang menjual beraneka macam produk? Jelas disebut shop dong, kan toko kecil. Sekiranya paham ya? Biar lebih terperinci lagi, perhatikan pola kalimatnya di bawah ini:

Contoh kalimat shop:
  • He went to the shop. (Dia pergi ke toko.)
  • The shop closes at seven. (Toko tutup pukul tujuh.)
  • This coffee shop is cozy. (Toko/kedai/kafe kopi ini nyaman.)
  • Are there any souvenir shops here? (Apakah ada toko-toko suvenir di sini?)
  • This shop sells very good shoes. (Toko ini menjual sepatu yang sangat baik.)
  • She went from one shop to another. (Dia pergi dari satu toko ke yang lain.)
  • The sushi at this shop tastes good. (Sushi di toko ini rasanya enak.)
  • There are some shops near my house. (Ada beberapa toko di erat rumah saya.)
  • Customers stopped coming to our shop. (Pelanggan berhenti tiba ke toko kami.)
Advertisement




Kalau sebagai verb, shop mempunyai arti berbelanja, tidak peduli di toko besar atau kecil, shop tetap bermakna berbelanja.

Contoh kalimat shop sebagai verb:
  • I like to shop. (Saya suka berbelanja.)
  • My mom asks me to shop groceries. (Ibuku memintaku untuk berbelanja materi makanan.)
  • I want to shop something here. (Saya mau berbelanja sesuatu di sini.)
  • To shop is my hobby. (Berbelanja yaitu hobiku.)
  • I shop for groceries every morning. (Saya berbelanja untuk materi masakan setiap pagi.)
  • They shop many things for us. (Mereka berbelanja banya untuk kita.)
Penggunaan Store
Kalau tadi shop sebagai noun biasanya untuk menyebut toko yang kecil dan hanya menjual sedikit jenis produk, maka store ini penggunaannya yaitu kebalikan dari shop. Artinya store dipakai untuk menyebut toko dengan karakteristik yang besar, atau toko dengan variasi produknya yang sangat banyak. Contohnya yaitu toko buku gramedia, indomart, alfamart, toko-toko yang ada di mall, dan sebagainya.

Contoh kalimat store sebagai noun:
  • I want to go to the store. (Saya ingin pergi ke toko.)
  • I went to a shoe store yesterday. (Aku pergi ke toko sepatu kemarin.)
  • Do they sell notebooks at that store? (Apakah mereka menjual notebook di toko itu?)
  • There's only one store on this island. (Hanya ada satu toko di pulau ini.)
  • We have a few surprises in store for her. (Kami mempunyai beberapa kejutan di toko untuk dia.)
Lalu bagaimana dengan store yang berfungsi sebagai verb? Nah, saat store berfungsi sebagai verb maka artinya sudah sangat berbeda yaitu bermakna menyimpan/mengarsip/menggudangkan.

Contoh kalimat store sebagai verb:
  • Tom store his old books under his bed. (Tom menyimpan buku-buku usang di bawah kawasan tidurnya.)
  • You can store coffee beans in the freezer to keep them fresh. (Kamu sanggup menyimpan biji kopi di dalam freezer biar tetap segar.)
  • I’ll store these books in the attic. (Saya akan menyimpan buku-buku ini di loteng.)
  • She stores her jewels in a safe. (Dia menyimpan perhiasannya di kawasan yang aman.)
  • They're studying how our brains store memories. (Mereka mempelajari bagaimana otak kita menyimpan ingatan/kenangan.)
  • The solar panels store energy. (Panel surya menyimpan energi.)
Selanjutnya: Bedanya home dan house.
----
Nah, itulah ulasan perihal perbedaan penggunaan shop dan store dalam bahasa inggris baik sebagai noun maupun sebagai verb. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan membantu meningkatkan kemampuan bahasa inggris kalian semuanya. Jangan lupa share artikel ini ya, thanks.

Wednesday, April 18, 2012

Perbedaan Penggunaan Hope Dan Wish Dalam Bahasa Inggris Disertai Misalnya

Perbedaan Penggunaan Hope dan Wish Dalam Bahasa Inggris Disertai Contohnya – Dalam bahasa inggris, sudah biasa adanya kata yang mempunyai arti menyerupai tapi penggunaan yang berbeda, dan ini sering banget menciptakan bingung. Salah satunya ialah penggunaan kata hope dan wish yang akan segera kita bahas ini. Jangan khawatir, perbedaan penggunaan kedua kata tersebut cukup jelas, jadi akan gampang untuk kau pahami.

Seperti yang kita tahu, baik hope dan wish mempunyai makna yang berarti “berharap/harapan”, tapi tentu saja dalam berharap ada kadar di mana impian itu gampang atau sulit terjadi, nah inilah letak perbedaan antara hope dan wish. Biar lebih jelas, simak ulasan dan misalnya berikut ini:

Sebelumnya, baca juga: Perbedaan penggunaan shop dan store.

Penggunaan Hope
Hope sanggup kau gunakan untuk sebuah impian yang sangat mungkin terjadi, atau sanggup saja terjadi (bukan tidak mungkin). Jika difungsikan sebagai verb yang artinya “berharap”, maka hope sanggup kau gunakan untuk mengharapkan sesuatu yang sanggup saja terjadi atau cukup mungkin untuk terjadi. Sebagai noun yang artinya “harapan”, maka impian itu juga sanggup saja terjadi atau mungkin terjadi.

Contoh kalimat hope:
  • I hope she likes the flowers. (Saya berharap ia suka bunganya.)
  • I hope the bus comes soon. (Saya berharap bus tiba segera.)
  • I hope you feel better tomorrow. (Saya harap kau merasa lebih baik besok.)
  • I hope you are fine there. (Saya harap kau baik-baik saja di sana.)
  • We must hope for the best. (Kita harus berharap untuk yang terbaik.)
Perbedaan Penggunaan Hope dan Wish Dalam Bahasa Inggris Disertai Contohnya  Perbedaan Penggunaan Hope dan Wish Dalam Bahasa Inggris Disertai Contohnya

Penggunaan Wish
Nah kalau penggunaan wish ini merupakan kebalikan dari hope di atas, yaitu untuk menyatakan impian yang tidak sanggup terwujud, tidak mungkin terjadi, atau setidaknya sangat-sangat sulit terjadi. Seperti halnya hope, wish juga sanggup difungsikan sebagai verb maupun sebagai noun.
Advertisement




Contoh kalimat wish:
  • The boys wish they could go to Hawaii. (Anak-anak berharap mereka sanggup pergi ke Hawaii.)
  • She wishes she were here now. (Dia berharap ia ada di sini sekarang.)
  • Mary wishes she were a movie star. (Mary berharap ia ialah bintang film.)
  • I wish I had a big car. (Saya berharap aku mempunyai kendaraan beroda empat besar.)
  • I wish you would stop smoking. (Saya berharap kau akan berhenti merokok.)
Yang perlu kau perhatikan, setiap orang mempunyai evaluasi sendiri-sendiri dan sangat mungkin berbeda, jadi saat kau menganggap sesuatu hal sangat mungkin terjadi sanggup saja orang lain menganggap sebaliknya dan menentukan memakai wish daripada hope.

Jadi, saat orang lain memakai wish untuk mengungkapkan impian yang berdasarkan kau seharusnya memakai hope, jangan disalahkan alasannya itulah perbedaan evaluasi setiap orang. Sekarang tanyalah kepada kawan-kawan kalian, seberapa mungkin mereka akan menjadi presiden? Pasti bervariasi ada yang bilang sangat mungkin, tidak yakin, sangat tidak mungkin, mustahil, dan sebagainya.

Kecuali kalau itu memang fakta, menyerupai mengharapkan orang yang sudah mati untuk hidup kembali, orang berumur 30 tahun berharap mempunyai umur 20 kembali, insan berharap menjadi tuhan, dan sebagainya, tentu untuk hal tersebut semua orang akan setuju bahwa itu sangatlah tidak mungkin.
----
Oke ya, itulah ulasan perihal perbedaan penggunaan hope dan wish dalam bahasa inggris disertai contohnya. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan membantu meningkatkan pemahaman serta wawasan kalian semuanya. Jangan lupa share artikel ini juga ya, thanks dan hingga jumpa.